KABUPATEN CIREBON — Sektor jasa mendominasi penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Cirebon dengan menampung sekitar 720 ribu orang berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cirebon tahun 2025.
Kepala BPS Kabupaten Cirebon, Eko Aprianto, mengungkapkan bahwa angka tersebut menempatkan sektor jasa—yang mencakup berbagai bidang mulai dari jasa perorangan hingga jasa lainnya—jauh di atas sektor industri pengolahan dan pertanian.
“Kalau untuk tenaga kerja, sektor yang terbanyak itu sektor jasa. Jasa itu sangat luas, dari jasa perorangan sampai jasa lainnya,” ujar Eko, Kamis (3/8/2026).
Baca Juga:Bursa Ketua PWI Kabupaten Cirebon Memanas, Maman dan Mamat Resmi Mendaftar Jelang KonferdaDPRD Cirebon Dorong Dishub Garap Potensi Parkir di 17 Kecamatan
Berdasarkan data BPS, industri pengolahan berada di urutan kedua dengan menyerap sekitar 340 ribu tenaga kerja, disusul oleh sektor pertanian yang menampung sekitar 134 ribu pekerja.
Jika dibandingkan dengan tahun 2024, dinamika penyerapan tenaga kerja di daerah ini menunjukkan pergeseran. Sektor jasa mengalami peningkatan dari sekitar 690 ribu orang pada 2024 menjadi sekitar 720 ribu orang pada 2025. Tren positif serupa juga terjadi di sektor pertanian yang naik dari sekitar 129 ribu menjadi 134 ribu tenaga kerja.
Sebaliknya, sektor industri pengolahan justru mencatatkan tren penurunan tipis, yakni dari sekitar 350 ribu pekerja pada 2024 menjadi sekitar 340 ribu orang pada 2025.
“Kalau untuk jasanya naik sedikit. Pertanian juga meningkat. Tapi industri pengolahan agak sedikit menurun,” kata Eko.
Meski terjadi pergeseran dan peningkatan jumlah penyerapan tenaga kerja, Eko mengingatkan bahwa pertumbuhan jumlah usaha tidak selalu berbanding lurus dengan penyerapan tenaga kerja. Menurutnya, hal tersebut sangat bergantung pada karakteristik usaha, apakah bertumpu pada sistem padat karya atau padat modal.
Usaha yang bersifat padat karya biasanya langsung mendongkrak kebutuhan tenaga kerja, sementara usaha padat modal belum tentu menghasilkan penyerapan tenaga kerja dalam skala besar.
Sementara itu, terkait Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Cirebon pada 2025 tercatat berada di angka 6,42 persen. Adapun untuk data TPT tahun 2026, pihak BPS menyatakan belum dapat mempublikasikannya karena proses pengolahan data hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) bulan Agustus 2026 masih berjalan.
Baca Juga:Warga Waled Cirebon Kaget Dana PKH dan BPNT Dicairkan Orang Lain, Minta Penelusuran TuntasTNGC Tutup Sementara Seluruh Jalur Pendakian Gunung Ciremai untuk Cegah Karhutla
“Untuk 2026 belum bisa kami sampaikan. Pencacahan Agustus baru selesai, jadi kita tunggu hasil pengolahannya,” pungkas Eko, yang menyebutkan bahwa hasil resmi Sakernas tersebut diperkirakan baru akan dirilis pada sekitar November 2026 atau awal 2027. (red/dbs)
