CIREBON – Suasana petang di kawasan perbatasan Cirebon – Kuningan tepatnya di seberang Ajimut mendadak mencekam tatkala lidah api mulai menjilat vegetasi kering. Kawasan Hutan Manengteung yang terletak di Desa Cigobang, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, dilaporkan dilalap si jago merah pada Rabu (2/9/2026) petang. Kebakaran yang menghanguskan lahan di seberang ruas Jalan sekitar Ajimut, Kecamatan Waled, sontak menarik perhatian para pengguna jalan yang melintas.
​Peristiwa tersebut pertama kali terdeteksi oleh warga sekitar dan para pelintas jalan raya pada pukul 18.00 WIB. Melihat kepulan asap pekat disertai kobaran api yang membubung tinggi di tengah gelapnya malam, warga segera melaporkan kejadian darurat ini kepada perangkat desa dan instansi berwenang agar penanganan dapat segera dilakukan sebelum api merembes lebih luas.
​Kuwu (Kepala Desa) Cigobang, Muhammad Abdul Zei, mengungkapkan bahwa berdasarkan kalkulasi dan pemantauan awal di lapangan, luas kawasan hutan yang hangus terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih satu hektare.
Baca Juga:Investasi Tak Lagi Harus Rumit, bank bjb Hadirkan Pilihan SR025 Mulai Rp1 Jutabank bjb Raih Dua Penghargaan OJK di Puncak Hari Indonesia Menabung 2026
​”Api pertama kali terlihat oleh warga yang kebetulan melintas di sekitar lokasi pada pukul 18.00 WIB. Berdasarkan hasil pantauan sementara di lapangan, luas lahan hutan yang dilalap api diperkirakan kurang lebih mencapai satu hektare,” ujar Muhammad Abdul Zei saat dikonfirmasi.
​Kendati demikian, upaya penanggulangan di lapangan tidak berjalan tanpa hambatan. Tim gabungan yang diterjunkan ke lokasi harus berpacu dengan waktu sekaligus menghadapi tantangan alam yang cukup ekstrem. Kondisi topografi lahan yang berada di kawasan perbukitan membuat aksesibilitas menuju titik api menjadi sangat terbatas.
​”Proses pemadaman menghadapi kendala yang cukup berat karena medan menuju titik kebakaran sangat curam. Armada kendaraan pemadam belum bisa masuk ke lokasi, bahkan akses bagi petugas untuk menjangkau titik api dengan berjalan kaki juga sangat sulit,” tambahnya.
​Menanggapi situasi darurat ini, unsur gabungan yang terdiri dari petugas Dinas Pemadam Kebakaran, jajaran Kepolisian Resor (Polres), Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta aparat Desa Cigobang telah siaga penuh di sekitar lokasi kejadian. Fokus utama petugas saat ini adalah melakukan pengawasan intensif terhadap arah pergerakan angin dan potensi merembesnya api, sembari mencari jalur alternatif yang aman untuk melakukan intervensi pemadaman secara maksimal.
