KABUPATEN CIREBON — Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) setempat untuk memperluas pemetaan dan mengoptimalkan potensi parkir di 17 kecamatan yang belum tersentuh pengelolaan.
Dorongan tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Anton Maulana, usai rapat kerja bersama Dishub Kabupaten Cirebon pada Rabu (2/9). Dari total 40 kecamatan di Kabupaten Cirebon, saat ini baru 23 kecamatan yang memiliki pengelolaan potensi parkir.
Anton menyatakan, sejumlah wilayah dengan tingkat aktivitas masyarakat yang tinggi perlu dipetakan sebagai titik parkir baru guna meningkatkan pendapatan daerah sekaligus menata kawasan ramai, seperti di wilayah Sumber.
Baca Juga:Warga Waled Cirebon Kaget Dana PKH dan BPNT Dicairkan Orang Lain, Minta Penelusuran TuntasTNGC Tutup Sementara Seluruh Jalur Pendakian Gunung Ciremai untuk Cegah Karhutla
“Salah satunya berada di wilayah Sumber, yang dinilai memiliki potensi karena menjadi salah satu kawasan dengan tingkat keramaian cukup tinggi,” ujarnya.
Selain Sumber, Anton menilai sejumlah kawasan ramai lainnya juga perlu menjadi perhatian Dishub. Karena itu, Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon mendorong pemerintah daerah melakukan pemetaan secara lebih luas terhadap potensi parkir yang selama ini belum dikelola.
“Dengan pemetaan yang lebih luas dan pengelolaan yang semakin tertata, potensi parkir di berbagai wilayah diharapkan dapat dimanfaatkan secara bertahap,” katanya.
Optimalisasi sektor pendapatan ini dinilai penting karena pemerintah daerah masih memiliki sejumlah kebutuhan pembiayaan, di antaranya pembayaran Penerangan Jalan Umum (PJU). Pada anggaran perubahan, telah disiapkan tambahan anggaran sekitar Rp8 miliar sehingga total anggaran PJU yang harus dipenuhi mencapai sekitar Rp36 miliar.
Melalui pemetaan yang lebih luas dan pengelolaan yang semakin tertata, pihak DPRD berharap potensi parkir di berbagai wilayah dapat dimanfaatkan secara bertahap untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat pendapatan daerah.
“Selain mendukung pelayanan kepada masyarakat, optimalisasi sektor ini juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pendapatan daerah,” tandasnya. (red/adv)
