Pengalaman berharga tersebut diharapkan menjadi bekal strategis sekembalinya ke Kabupaten Cirebon, di mana mereka tidak sekadar mengantongi riwayat kerja lintas negara, melainkan juga menyerap etos profesional, standar operasional, serta keterampilan baru yang aplikatif untuk memajukan daerah asal.
“Ukuran yang lebih penting adalah apa yang mereka bawa pulang. Keterampilan baru, pengalaman baru, cara kerja baru. Bahkan, jika memungkinkan, peluang usaha baru,” lanjut Nurholis.
Harapan besar disematkan kepada para peserta magang agar kelak mampu bertransformasi menjadi motor penggerak roda perekonomian sekembalinya mereka ke Kabupaten Cirebon. Berbagai pengalaman berharga di kancah internasional yang telah dikantongi selama program diharapkan tidak sekadar berhenti sebagai pencapaian pribadi, melainkan bertransformasi menjadi bibit-bibit peluang kerja maupun wirausaha baru.
Baca Juga:Ratusan Petani Tebu Cirebon Bergerak ke Jakarta, Tuntut Kenaikan HPP Gula Rp16.500 per KilogramKlarifikasi Pemerintah Desa Cigobang: Bangunan Koperasi Merah Putih Dipastikan Berdiri di Luar Area Pemakaman
Lebih lanjut, Nurholis memandang bahwa momentum ini memiliki potensi besar untuk memicu efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian regional. Tatkala pengetahuan dan keterampilan global tersebut berhasil dibagikan kepada masyarakat luas serta diaktualisasikan dalam bentuk kegiatan produktif, program magang ini diyakini mampu mendongkrak kesejahteraan sosial secara kolektif di tingkat lokal.
“Itulah yang diharapkan menjadi efek domino dari program magang,” pungkasnya. (adv)
