​”Pelepasan jabatan strategis di birokrasi dalam konteks dinamika politik kerap kali menjadi langkah awal yang sangat rasional untuk membangun ruang gerak yang lebih luas. Langkah ini umumnya diikuti dengan konsolidasi kekuatan, pembentukan jaringan, serta penguatan komunikasi politik secara intensif dengan berbagai elemen strategis daerah,” ujar Editya.
​Editya menambahkan, pengalaman panjang Gus Mul di jajaran eksekutif Pemkot Cirebon memberi modal sosial dan modal politik yang cukup kuat. Dengan berada di luar struktur kepemimpinan dinas, Gus Mul dinilai memiliki waktu yang cukup matang untuk merajut basis dukungan lintas partai maupun kelompok masyarakat menyongsong Pilkada 2029.
​Meski isu pencalonannya pada Pilkada Kota Cirebon 2029 makin kencang berembus di tengah masyarakat Kota Udang, hingga kini Gus Mul sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah politik jangka panjangnya. Kendati demikian, rekam jejak kepemimpinan dan popularitasnya di lingkungan birokrasi diprediksi bakal menjadikan nama Agus Mulyadi sebagai salah satu tokoh sentral yang patut diperhitungkan dalam bursa kepemimpinan daerah di masa depan. (red)
