BEKASI – Menjelang pelaksanaan pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sukamulya, salah satu calon menyampaikan komitmennya untuk menghadirkan lembaga yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, transparan dalam menjalankan fungsi pengawasan, serta amanah dalam mengemban kepercayaan warga.
Pernyataan tersebut disampaikan saat sesi penyampaian visi dan misi di hadapan para tokoh masyarakat Desa Sukamulya. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa BPD memiliki peran penting sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah desa dalam menyerap serta memperjuangkan aspirasi warga.
Mengusung visi “Mewujudkan BPD Desa Sukamulya sebagai mitra pemerintah desa yang responsif, transparan, dan amanah dalam menyalurkan aspirasi masyarakat menuju desa yang mandiri dan sejahtera,” ia menyatakan siap menjalankan fungsi BPD secara maksimal apabila dipercaya menjadi anggota.Untuk mewujudkan visi tersebut, ia memaparkan sejumlah program yang akan menjadi fokus kerjanya. Di antaranya aktif turun langsung ke lingkungan masyarakat guna mendengar berbagai keluhan, kebutuhan, hingga gagasan warga yang kemudian akan diperjuangkan dalam forum BPD.
Baca Juga:Fokus Pulihkan Kesehatan, Hotman Paris Resmi Mundur dari Tim Kuasa Hukum Febrie AdriansyahSosok Komjen Karyoto Menguat: Didukung Pengamat dan Tokoh Agama sebagai Calon Kapolri
Selain itu, ia juga berkomitmen mengawal pengelolaan dana desa agar berjalan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran, sekaligus melakukan pengawasan terhadap kinerja pemerintah desa secara objektif dan konstruktif demi meningkatkan kualitas pelayanan publik.Tak hanya itu, ia menilai sinergi antara BPD dan pemerintah desa perlu terus dibangun agar setiap kebijakan yang dihasilkan benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat.
“BPD adalah wakil masyarakat. Saya ingin menjadi pendengar yang baik sekaligus penyambung aspirasi warga. Jika diberikan amanah, saya siap bekerja keras dan mendedikasikan diri untuk kepentingan bersama,” ujarnya.
Dalam penyampaiannya, ia juga mengajak para tokoh masyarakat agar menentukan pilihan berdasarkan integritas, kapasitas, dan rekam jejak calon, bukan karena pertimbangan materi.
“Saya berharap Bapak dan Ibu tidak melihat materi, tetapi melihat bibit, bebet, dan bobot calon yang akan dipilih. Anggota BPD nantinya adalah perwakilan masyarakat yang akan membawa aspirasi ke pemerintah desa, kecamatan, kabupaten, hingga Provinsi Jawa Barat,” tuturnya.
Pemilihan anggota BPD diharapkan mampu melahirkan wakil masyarakat yang tidak hanya menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan, tetapi juga aktif memperjuangkan kepentingan warga serta mendorong pembangunan Desa Sukamulya yang lebih maju dan sejahtera.(ibn)
