BEKASI – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Bekasi 2026, bakal calon Kepala Desa Sukarukun, Drs. Edi Nuraidi HS atau yang akrab disapa Bang Kumis, menyampaikan visi dan program kerja saat ditemui di kediamannya di Desa Sukarukun, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Minggu (19/7/2026).
Edi mengungkapkan, keinginannya mencalonkan diri bukan muncul secara tiba-tiba. Menurutnya, sejak Pilkades 2018 dirinya telah diminta oleh sejumlah tokoh masyarakat untuk maju. Namun saat itu ia masih berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sehingga memilih menyelesaikan masa pengabdiannya terlebih dahulu.
“Dorongan saya mencalonkan diri bukan baru sekarang. Sejak 2018 sudah meminta masyarakat saya maju, tetapi waktu itu saya masih fokus menjadi ASN. Saya berjanji setelah pensiun, insyaallah saya akan mencalonkan diri,” ujarnya saat diwawancarai.
Baca Juga:DPRD Kabupaten Cirebon Desak Revisi Perbup Jamkesda, Skemanya Jangan Hambat Warga Miskin BerobatResmi Datangkan Mariano Peralta, Begini Prediksi Starting XI Mewah Persib Bandung Musim 2026/2027
Mantan kepala sekolah tersebut mengatakan, motivasi utamanya adalah mengabdikan diri kepada masyarakat serta mendorong pembangunan Desa Sukarukun yang dinilainya masih perlu ditingkatkan, khususnya pada sektor infrastruktur.
Selain itu, Edi mengusung konsep kepemimpinan yang menurutnya lebih mengedepankan pendekatan kekeluargaan. Ia mengaku tidak ingin menjadi pemimpin yang mampu bertahan dalam masyarakat.
“Kalau Allah mengizinkan saya memimpin, saya tidak ingin menjadi pemimpin yang berada di tengah masyarakat, tetapi menjadi kakak tertua bagi seluruh warga Desa Sukarukun,” katanya.
Sebagai bentuk komitmennya dalam membuka akses pelayanan kepada masyarakat, Edi berencana menyediakan saluran komunikasi yang mudah dijangkau warga agar setiap aspirasi maupun keluhan dapat disampaikan secara langsung.
“Setiap pos ronda, setiap warung ada nomor saya yang saya cantumkan di situ agar komunikasi dua arah berjalan dengan lancar,” ucapnya.
Dalam program awalnya, Edi menekankan akan memprioritaskan perbaikan drainase, penataan jalan lingkungan, serta membuka akses komunikasi yang lebih mudah bagi masyarakat dengan menyediakan nomor kontak kepala desa di sejumlah titik pelayanan publik.
Edi menyatakan ingin membangun pemerintahan desa yang lebih terbuka melalui musyawarah bersama tokoh masyarakat dalam setiap pengambilan keputusan. Menurutnya, komunikasi dua arah menjadi salah satu kunci menciptakan pelayanan publik yang lebih baik. (Ibnu)
