Antisipasi Kemarau Ekstrem, Jabar Optimistis Produksi Padi 2026 Mampu Melampaui Capaian Tahun Lalu

Kemarau panjang di jabar
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau di tahun 2026 akan berlangsung jauh lebih kering dan lebih lama dari biasanya.
0 Komentar

KOTA BANDUNG — Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat memasang target tinggi di sektor ketahanan pangan. Jabar optimistis produksi padi pada tahun ini mampu melampaui realisasi capaian tahun lalu, meskipun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau di tahun 2026 akan berlangsung jauh lebih kering dan lebih lama dari biasanya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat, Dadan Hidayat, mengungkapkan bahwa target produksi padi sawah dan ladang pada tahun 2026 diproyeksikan meroket di atas realisasi tahun 2025 yang mencatatkan angka 10,226 juta ton gabah kering giling (GKG).

Untuk merealisasikan target besar tersebut di tengah ancaman kekeringan ekstrem, Pemprov Jabar telah menyusun serangkaian langkah taktis. Salah satu strategi utamanya adalah mengimbau para petani secara masif agar beralih menggunakan varietas benih yang memiliki tingkat toleransi tinggi terhadap kelangkaan air.

Baca Juga:Momentum Hari Jadi ke-25 Kota Cimahi, Wagub Erwan Setiawan Desak Solusi Konkret Atasi KemacetanAkselerasi Birokrasi Bersih, Wagub Jabar Hadiri Peluncuran E-Learning ASN Berintegritas di Jakarta

“Kami mendorong pemanfaatan varietas unggul seperti Inpago 4, 5, 8, 9, 10, hingga varietas Inpago 11, 12, dan 13 Fortiz. Selain itu, varietas lain seperti Inpari 32, Inpari 38 hingga 41 Tadah Hujan, Inpari 42 dan 43 Agritan GSR, Inpari 46 GSR, Cisaat, Situbagendit, Situpatenggang, Cakrabuana, serta varietas lokal sejenisnya juga sangat direkomendasikan,” urai Dadan pada Senin (22/6/2026).

Sebagai langkah intervensi nyata, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jabar juga telah mengalokasikan bantuan benih bersertifikat gratis. Bantuan ini diprioritaskan bagi para petani yang wilayahnya terdampak langsung oleh bencana kekeringan, serta untuk memacu percepatan tanam di lokasi-lokasi yang masih memiliki sumber air memadai.

“Rincian bantuan yang kami siapkan meliputi benih padi inbrida untuk lahan seluas 21.825 hektare serta benih jagung hibrida untuk 1.000 hektare,” tambah Dadan.

Di samping pembaruan jenis benih, para petani diminta bergerak aktif mengoptimalkan seluruh sarana pengairan yang telah tersedia di wilayah masing-masing, termasuk memaksimalkan operasional pompa air secara berkala.

Dari sisi infrastruktur makro, Pemda Provinsi Jawa Barat akan melakukan kanalisasi air dengan membangun sistem perpipaan guna menyedot dan menyalurkan air dari sumber-sumber air terdekat langsung ke area persawahan warga. Proyek pembuatan baru serta rehabilitasi jaringan irigasi tersier yang rusak juga dikebut demi mencegah terjadinya gagal panen akibat dehidrasi lahan.

0 Komentar