CIREBON — Jagat maya dan ruang publik dalam beberapa pekan terakhir dihebohkan oleh fenomena mistis sekaligus mencekam berupa aksi teror ketuk pintu oleh sosok misterius yang menyerupai pocong. Isu yang semula dianggap sebagai rumor lokal biasa ini mendadak meluas secara masif ke berbagai daerah strategis, mulai dari Tangerang, Bekasi, Bandung, Karawang, Purwakarta, hingga Cirebon. Kemunculan yang terjadi hampir serentak di koridor barat dan utara Pulau Jawa ini sempat memicu spekulasi besar di tengah masyarakat mengenai modus baru kejahatan malam terorganisasi, sebelum akhirnya dibantah oleh pihak kepolisian.
​Kapolresta Cirebon, Imara Utama, menegaskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan lapangan dan penyisiran oleh jajaran, isu mengenai teror pocong begal atau pencuri tersebut sama sekali tidak benar alias hoaks. Pihaknya memastikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Kabupaten Cirebon sejauh ini tetap aman, kondusif, dan terkendali tanpa ada eksistensi dari ancaman mistis tersebut.
​“Kami dari Polresta Cirebon sampai dengan saat ini tidak menemukan ataupun menerima pengaduan atau laporan resmi mengenai hal tersebut. Jadi saya pastikan di Kabupaten Cirebon tidak ada [teror pocong begal], dan itu merupakan berita hoaks yang harus kita tanggulangi bersama,” tegas Kapolresta Cirebon saat memberikan keterangan pers di Mapolresta Cirebon, Selasa (26/5/2026).
Baca Juga:Resahkan Warga Cirebon, Polisi Pastikan Isu Horor Pocong Ketuk Pintu Rumah Hanya HoaksKonsisten Perluas Layanan QRIS, bank bjb Raih Penghargaan DIGIWARA 2026Â
​Eskalasi Keresahan Warga di Lapangan
​Sebelum adanya klarifikasi resmi dari aparat penegak hukum, keresahan sempat melumpuhkan rasa aman warga di wilayah timur Jawa Barat, khususnya di beberapa kecamatan di Kabupaten Cirebon. Aksi dugaan kriminal berkedok penampakan mistis ini dilaporkan merambah kawasan perumahan dan perkampungan padat penduduk, di antaranya Desa Silihasih di Kecamatan Pabedilan, Desa Cikulak di Kecamatan Waled, hingga Desa Playangan di Kecamatan Gebang.
​Di Desa Silihasih, warga secara masif menyebarkan imbauan di berbagai platform digital dan grup percakapan agar tidak langsung membukakan pintu jika mendengar ketukan misterius pada larut malam sebelum mengintip terlebih dahulu melalui jendela. Kekhawatiran warga ini bukan tanpa alasan. Hanya berselang satu bulan sebelumnya, aksi pencurian dengan pemberatan telah membobol rumah salah satu warga di Kapling Silihasih melalui pembongkaran paksa jendela yang berujung pada hilangnya satu unit sepeda motor. Keterkaitan antara trauma pencurian tersebut dan munculnya rumor penampakan sosok putih yang melompat-lompat di depan rumah warga memperkuat keyakinan publik bahwa wilayah mereka sedang menjadi target operasi kriminal berselubung mistis.
