Tidak hanya berfokus pada bantuan sosial yang bersifat karitatif, Cirebon Power juga menunjukkan komitmen jangka panjang dalam pengentasan pengangguran melalui sektor pendidikan non-formal. Saat meninjau kawasan Taman Cirebon Power—yang saat ini tengah memperluas fasilitasnya dengan membangun gedung pertunjukan—Bupati Imron berkesempatan melihat langsung geliat aktivitas di pusat vokasi.
Di lokasi tersebut, puluhan pemuda lokal tampak antusias mengikuti berbagai pelatihan teknis terstruktur, mulai dari pelatihan teknisi AC, pengelasan (welding), hingga montir sepeda motor. Langkah taktis ini dinilai menjadi jawaban konkret atas tantangan penyerapan tenaga kerja lokal di era industri.
“Pemerintah daerah sangat mendukung penuh program pelatihan keterampilan ini. Ini adalah langkah konkret untuk melejitkan kompetensi masyarakat, khususnya generasi muda, agar mereka menjadi pribadi yang kreatif, inovatif, dan siap kerja maupun membuka lapangan usaha baru,” tambah Imron.
Baca Juga:Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Skincare Bermerkuri di Cirebon, Racik Kosmetik Ilegal Bermodal YouTubeDPRD Kabupaten Cirebon Sahkan 3 Raperda Strategis, Resmi Tutup Masa Sidang II dan Buka Masa Sidang III
Merespons dukungan Pemkab, Joseph Pangalila menambahkan bahwa pusat vokasi Cirebon Power memang dirancang dengan target luaran (outcome) yang jelas dan terukur, bukan sekadar formalitas pelatihan semata.
“Kami tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga memikirkan keberlanjutan masa depan para peserta. Target kami jelas, yakni minimal 70 persen dari alumnus pusat vokasi ini bisa langsung terserap ke dunia kerja atau sukses merintis bidang wirausaha mandiri dengan bekal sertifikasi dan keterampilan yang telah mereka dapatkan,” pungkas Joseph optimis. (rif/dbs)
