Dalam sesi edukasi tersebut, Ratnawati juga mengupas tuntas materi mengenai alur pembentukan regulasi serta bagaimana anggota dewan mengartikulasikan dan memperjuangkan aspirasi yang diserap dari masyarakat ke dalam kebijakan anggaran maupun legislasi. Menurutnya, keterlibatan aktif dan pemahaman politik yang benar pada pemilih pemula sangat mendesak untuk membangun kepedulian sosial-politik demi keberlanjutan berbangsa dan bernegara.
Kendati demikian, dalam dunia jurnalistik parlemen, ia juga memberikan catatan edukatif bahwa tidak semua aktivitas di gedung dewan bisa diakses secara bebas oleh publik. Ada batasan-batasan regulasi tertentu yang wajib diketahui oleh para siswa.
“Edukasi ini juga penting agar siswa paham batasan dalam persidangan. Ada sidang yang sifatnya terbuka untuk umum, namun ada pula rapat-rapat khusus atau pembahasan tertentu yang bersifat tertutup karena menyangkut strategi materi yang sensitif,” jelas legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Cirebon-Indramayu tersebut.
Baca Juga:Bukan Sekadar Pembangkit Listrik, Cirebon Power Sukses Dorong Kesejahteraan dan Vokasi Warga CirebonBareskrim Polri Bongkar Sindikat Skincare Bermerkuri di Cirebon, Racik Kosmetik Ilegal Bermodal YouTube
Di akhir keterangannya, Ratnawati menaruh harapan besar agar seluruh sekolah di Kota Cirebon dapat merespons positif peluang emas ini. Ia mengingatkan bahwa estafet kepemimpinan bangsa berada di tangan generasi yang saat ini tengah duduk di bangku sekolah.
“Manfaatkan kesempatan belajar mengenai parlemen ini dengan sebaik-baiknya. Bagaimanapun, arah pembangunan, stabilitas, dan corak bangsa ini di masa depan sangat ditentukan oleh kualitas anak-anak sekolah yang ada saat ini,” pungkasnya. (rif/dbs)
