Tantangan Lokasi dan Isu Relokasi
Di sisi lain, Sangudi mengakui tantangan geografis Masjid Agung Sumber yang berada di pusat perkantoran pemerintahan, yang cenderung sepi saat hari libur atau di luar jam kerja. Hal ini berbeda dengan masjid yang terletak di dekat pasar atau pusat keramaian.
”Lokasi memang kurang strategis jika dibandingkan dengan pusat aktivitas publik. Oleh karena itu, strategi kami adalah memperbanyak program keagamaan dan kegiatan sosial yang menarik agar jamaah tetap ramai berkunjung ke sini,” jelasnya.
Menanggapi wacana relokasi masjid ke lokasi yang lebih ramai, Sangudi menegaskan bahwa kebijakan tersebut sepenuhnya berada di tangan Pemkab Cirebon. Namun, ia mengingatkan agar isu tersebut disikapi dengan bijak mengingat sensitivitas rumah ibadah.
Baca Juga:Wujudkan Transparansi Fiskal, Pemprov Jabar Rilis Pembaruan Kas Daerah Per 4 Mei 2026Cirebon Siaga Campak, Bupati Imron Instruksikan Penanganan Terpadu di Empat Kecamatan
”Yang mendesak saat ini bukan memindahkan bangunannya, melainkan bagaimana kita menghidupkan aktivitas di dalamnya. Kehadiran unsur pejabat Pemkab dalam kepengurusan DKM yang baru diharapkan memperkuat koordinasi, terutama dalam sinkronisasi pengelolaan anggaran daerah,” tutupnya. (rif/dbs)
