Percepat Evakuasi Insiden Bekasi Timur, KAI Daop 3 Cirebon Terjunkan Alat Berat dan Tim Ahli

Crane dan alat berat dikirim untuk bantu evakuasi kereta api di Bekasi timur
Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengonfirmasi bahwa pengerahan bantuan tersebut mencakup tim lengkap untuk menangani kerusakan sarana sekaligus perbaikan prasarana rel di titik insiden, Selasa (28/4/2026).
0 Komentar

CIREBON – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 3 Cirebon bergerak cepat mengirimkan bantuan kekuatan personel dan alat berat guna mempercepat proses evakuasi pascainsiden tabrakan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Langkah darurat ini diambil menyusul besarnya dampak operasional yang melumpuhkan sejumlah rute perjalanan kereta api jalur utama.

​Satu unit crane raksasa beserta sembilan orang kru teknis spesialis evakuasi diberangkatkan langsung dari Depo Stasiun Cirebon Kejaksan menuju lokasi kejadian. Pengiriman armada bantuan ini merupakan bagian dari koordinasi lintas daerah operasi demi menormalisasi jalur yang saat ini masih dalam proses penanganan intensif.

​Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengonfirmasi bahwa pengerahan bantuan tersebut mencakup tim lengkap untuk menangani kerusakan sarana sekaligus perbaikan prasarana rel di titik insiden.

Baca Juga:Percepat Realisasi APBDes, Pemdes Ciledug Tengah Segera Gelar Musdessus Prioritas PembangunanDampak Insiden KA di Bekasi Timur: Puluhan Perjalanan KA Dibatalkan

​“Kami telah memberangkatkan satu unit crane dari Daop 3 Cirebon bersama sembilan orang kru teknis, termasuk masinis dan asisten masinis khusus alat berat. Tim ini diterjunkan untuk membantu percepatan evakuasi sarana kereta serta melakukan perbaikan pada infrastruktur prasarana yang terdampak di lokasi kejadian,” ujar Muhibbuddin saat ditemui di Stasiun Cirebon Kejaksan, Selasa (28/4/2026).

​Insiden hebat di wilayah Bekasi Timur tersebut membawa dampak domino yang signifikan terhadap jadwal perjalanan kereta api secara nasional. Berdasarkan data terbaru, tercatat sebanyak 27 perjalanan kereta api terpaksa dibatalkan, sementara puluhan jadwal lainnya mengalami keterlambatan parah. Proses pemulihan jalur hingga kini masih terus diupayakan agar layanan dapat segera kembali normal.

​Meski terjadi gangguan operasional skala besar, pantauan di Stasiun Cirebon Kejaksan pada Selasa pagi menunjukkan aktivitas yang tetap padat. Ruang tunggu utama nampak dipenuhi oleh puluhan penumpang yang menunggu kepastian jadwal serta informasi terbaru mengenai perkembangan evakuasi.

​Pihak KAI terus mengimbau para calon penumpang untuk secara berkala memantau kanal informasi resmi perusahaan dan menyesuaikan rencana perjalanan mereka. Koordinasi intensif antar-daop diharapkan mampu memangkas waktu pemulihan jalur sehingga mobilitas masyarakat tidak terganggu lebih lama. (rif/dbs)

0 Komentar