CIREBON – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waled terus melakukan transformasi strategis dalam memperkuat tata kelola layanan kesehatan, khususnya bagi peserta BPJS Kesehatan. Langkah ini diambil guna memastikan masyarakat mendapatkan akses pengobatan yang optimal, efisien, dan minim kendala administratif, terutama pada penanganan penyakit katastropik.
Fokus utama pengembangan saat ini diarahkan pada Poliklinik Hematologi, Onkologi, dan Thalasemia (HOT). RSUD Waled berkomitmen memangkas birokrasi layanan agar pasien yang membutuhkan penanganan khusus dapat segera tertangani tanpa prosedur yang berbelit.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Waled, dr. M. Luthfi, Sp.PD-KHOM, FINASIM, MMRS, menegaskan bahwa penyederhanaan sistem pelayanan menjadi prioritas utama. Menurutnya, aspek kecepatan sangat krusial dalam pelayanan poli spesialis tersebut.
Baca Juga:Gubernur Dedi Mulyadi Wajibkan Daerah Alokasikan 7,5 Persen APBD untuk InfrastrukturBMKG Peringatkan Jawa Barat Bakal Dilanda Kemarau Lebih Kering dan Panjang pada 2026
“Sistem pelayanan di Poliklinik HOT telah kami rancang sedemikian rupa agar lebih sederhana. Masyarakat yang sudah mengantongi rujukan dapat langsung memperoleh layanan medis. Ini adalah bagian dari upaya konkret kami dalam meningkatkan kualitas layanan bagi peserta BPJS,” ujar dr. Luthfi saat memberikan keterangan, Kamis (16/4/2026).
Pelopor Kemoterapi di Cirebon Timur
Sejarah panjang RSUD Waled dalam menangani kanker bermula dari keprihatinan terhadap kondisi ekonomi pasien. Sebelum tahun 2014, penderita kanker di wilayah Cirebon Timur harus menempuh perjalanan jauh ke RSUP Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk mendapatkan kemoterapi.
Kendala biaya transportasi dan akomodasi seringkali membuat pasien menghentikan pengobatan di tengah jalan. Hal inilah yang mendorong RSUD Waled menghadirkan layanan kemoterapi mandiri sejak 12 tahun silam.
“Inisiatif ini lahir karena kami melihat banyak pasien yang kesulitan secara finansial jika harus berobat ke luar kota. Alhamdulillah, sejak 2014 hingga sekarang, layanan kemoterapi kami terus berkembang pesat dan menjadi tumpuan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pengobatan lebih dekat dari tempat tinggal mereka,” jelas dokter yang juga merupakan Konsultan Hematologi dan Onkologi Medik tersebut.
Rencana Pembangunan Cancer Center
Meski sempat menghadapi tantangan keterbatasan tenaga konsultan di masa awal pengembangan—di mana dr. Luthfi harus merangkap berbagai peran teknis—kini RSUD Waled telah bertransformasi menjadi pusat rujukan yang diperhitungkan di Wilayah III Cirebon.
