KOTA CIREBON – Komisi I DPRD mendorong agar kawasan Stadion Bima Kota Cirebon dapat dikembankan menjadi sport centre berstandar nasional. Dengan begitu, fasilitasnya dapat menunjang semua kegiatan olahraga baik yang dilaksanakan oleh masyarakat maupun para atlet.
Hal itu diungkapkan Ketua Komisi I DPRD Kota Cirebon, Dani Mardani SH MH usai rapat kerja bersama Bappelitbangda Kota Cirebon membahas visibility studi Kawasan Bima, di Griya Sawala gedung DPRD, Kamis (2/3/2023).
Dani menilai kawasan Stadion Bima saat ini terlihat cukup memprihatinkan. Padahal, tempat tersebut punya potensi bagus sebagai kawasan multifungsi yang dapat menghidupkan geliat ekonomi masyarakat sekitar dan menjadi pusat olahraga terbaik di Kota Cirebon.
Baca Juga:BCW 2023, kemeriahan Kopi Khas Nusantara dan Cokelat Khas BanyuwangiPolsek Tarumajaya Dirikan Posko Banjir Sebagai Dapur Umum
Dengan adanya studi kelayakan pengembangan dan penataan kawasan Bima yang dilakukan Bappelitbangda Kota Cirebon, kata Dani, Komisi I sangat mengapresiasi langkah tersebut. Dia mendorong agar proses ini dapat melangkah ke tahap berikutnya.
“Dimulai dari penyusunan RTBL, kemudian juga detail engineering design, sampai kepada pembangunan dan pengelolaan. Sementara berdasarkan hasil laporan akhir ini, pengelolaannya menggunakan mekanisme Badan Layanan Umum Daerah (BLUD),” kata Dani usai rapat.
Dari pandangan Komisi I, lanjut Dani, rencana tersebut sebenarnya masih dalam standar revitalisasi. Kendati begitu, dia tetap mengapresiasi langkah ini dan berharap agar beberapa tahun ke depan, kawasan Bima bisa ditata dengan baik.
Sehingga menjadi kawasan kebanggaan masyarakat Kota Cirebon. Baik dalam fungsi sebagai sarana olahraga, ruang terbuka hijau, dan sarana ekonomi lainnya.
“Pengembangan dan penataan kawasan Bima ini dinilai oleh teman-teman Komisi I masih dalam standar revitalisasi. Ada satu ekspektasi yang lebih dari itu. Misalnya bisa membuat stadion skala internasional, termasuk juga kegiatan-kegiatan ekonomi yang sifatnya pada skala formal. Tidak hanya dalam bentuk informal saja seperti pujasera, kegiatan UMKM, dan sebagainya,” ujar Dani.
Berdasarkan hasil pemaparan data saat rapat berlangsung, Dani menambahkan, proses pengembangan dan penataan kawasan Bima ini akan membutuhkan anggaran kurang lebih Rp 137 miliar.
Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Kota Cirebon, Drs Agus Herdhyana MSi menerangkan, kawasan Bima sendiri memiliki fungsi utama sebagai sport centre yang terbagi menjadi dua kawasan. Dua kawasan ini yaitu stadion utama dan stadion madya.
