CIREBON – Para nelayan di Desa Ambulu dan Tawangsari, Kec Losari, Kab Cirebon, mendapatkan program bantuan berupa mesin dari pemerintah. Mesin tersebut diperuntukkan sebagai program konversi (pengalihan) dari bahan bakar solar ke gas. Di sisi lain, nelayan juga menjadi salah satu aset negara yang tingkat kesejahtraannya telah diamanatkan undang-undang.
Demikian dikatakan Dirjen Migas ESDM RI, Ego Syahrial, Senin (10/12). Diakuinya karena di lapangan terjadi kesulitan dalam hal pengumpulan data, maka sebelum bantuan perlu ada pengumpulan data terlebih dahulu. “Kesulitannya hanya dipendataan, tetapi Cirebon ini sudah cukup baik. Jadi kedepan, alokasinya bisa lebih besar lagi. Program ini akan terus dilakukan, karena sebagai program keberpihakan pemerintah kepada para nelayan. Bahkan, di tahun 2018 nanti, ditargetkan 40 ribu unit bantuan mesin untuk seluruh nelayan di Indonesia,” ulasnya.
Ia menjelaskan, di tahun 2017 ini, bantuan hanya diturunkan sebanyak 17 ribu unit. Sementara untuk tahun sebelumnya, yakni tahun 2016, bantuan diturunkan sebanyak 5.743 unit. Dia menyampaikan 1 unit bantuan yang didapatkan oleh para nelayan, masing-masing mendapatkan 2 tabung gas LPG 3 KG, mesin dan rangkaiannya serta alat converter. Ketika diberikan dalam bentuk uang, jumlah rata-rata dari 1 unit bantuan itu setara dengan Rp 7 juta sampai 8 juta. “Dan ini saya tegaskan, tidak ada pungutan sepeserpun,” tegas Dirjen.
Baca Juga:Sempat Pasang Target, Bupati Karawang Cellica Gagal Nikah Tahun IniKomunitas Brio, Ngecat Masjid dan Santuni Warga di Lembang
Adapun bantuan alat yang merupakan konversi dari mesin berbahan bakar solar ke gas ini, dari tahun 2016 telah diberikan oleh pemerintah. Maka dari segi keamanannya, sudah teruji. Bahkan dari pemberian bantuan itu, telah diakui mampu menekan biaya operasional nelayan hingga mencapai 50 persen. Hal ini seperti disampaikan Anggota DPR RI Komisi VII, Dr Ir. H.E. Herman Khaeron M.SI. Ia menjelaskan, pemberian alat konversi bahan bakar solar ke gas itu, sudah menjadi evaluasi di DPR-RI sehingga aman digunakan.
“Bukan hanya dari segi efisiensinya saja, tetapi juga memberikan peningkatan kualitas di ikan hasil tangkap mereka,” jelasnya. Selain itu, kata dia, alat bisa lebih simple, hanya memerlukan pembiasaan saja yakni menggunakan mesin bahan bakar solar ke Gas. Menurut wakil rakyat dari Partai Demokrat itu, program tersebut menjadi program yang positif, karena telah memenuhi unsur prioritas pemberian subsidi kepada yang berhak menerimanya. “Nelayan ini menjadi bagian dari masyarakat yang saat ini perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah guna peningkatan kesejahtraan ekonomi mereka,” tandas Herman. (crd)
