BANDUNG — Upaya serius dalam menyelamatkan kelestarian alam dan ekosistem di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai kembali ditunjukkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Tak tanggung-tanggung, pria yang akrab disapa KDM ini resmi menggelar sayembara berhadiah uang tunai sebesar Rp10 juta bagi siapa saja warga yang berhasil menangkap basah pelaku penembakan atau pemburu burung liar di kawasan konservasi tersebut.
Langkah tegas ini diambil menyusul maraknya aksi perusakan lingkungan yang mengancam keseimbangan hayati di kawasan kaki Gunung Ciremai, termasuk wilayah sekitar Desa Pajajar. KDM menegaskan bahwa perlindungan terhadap satwa liar, khususnya burung-burung yang menjadi elemen penting rantai makanan hutan, mutlak memerlukan keterlibatan aktif masyarakat luas.
“Sing saha engke aya nu ngabedil manuk, tewak ku sia! Bawa ka aing! Nu tewakna ku aing béré Rp 10 juta,” ujar Dedi Mulyadi dengan nada tegas, menginstruksikan warga untuk tidak ragu meringkus pelaku perusakan alam. (Nanti kalau ada yang menembak burung, tangkap oleh kamu! Bawa ke saya! Yang menangkapnya akan saya beri Rp10 juta).
Baca Juga:Kemenaker Gelontorkan Anggaran Rp10 Miliar, 2.000 Warga Kabupaten Cirebon Siap Ikuti Pelatihan Vokasi GratisEkonomi Jabar Triwulan III 2026 Tumbuh 5,89 persen, Lebih Tinggi Dibandingkan Nasional
Perspektif Ekologis dan Ancaman Nyata Kerusakan Lingkungan
Dari sudut pandang konservasi lingkungan, kebijakan kontroversial namun pro-aktif ini menyoroti darurat ekologis yang sedang melanda kawasan hulu dan pegunungan di Jawa Barat. Hilangnya populasi satwa seperti burung, selain akibat perburuan ilegal, juga diperparah oleh alih fungsi lahan dan aktivitas ekstraktif liar seperti penambangan batu ilegal yang kerap lolos dari pengawasan aparat di lapangan.
Keterlibatan masyarakat melalui skema partisipasi publik atau community-based policing dinilai menjadi jalan keluar paling efektif di tengah keterbatasan jumlah personel penjaga hutan. Dengan imbalan finansial yang menarik, Gubernur Jabar berharap muncul efek jera yang masif sekaligus menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) di kalangan warga lokal terhadap kelestarian alam tempat tinggal mereka.
Langkah Lanjutan Pemulihan Kawasan Konservasi
Selain mengandalkan instrumen sayembara hukum sosial, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak tinggal diam dalam hal pemulihan fisik kawasan. Sebelumnya, KDM juga telah mengerahkan ratusan pekerja khusus yang digaji secara layak untuk memulihkan fungsi ekologis hutan Gunung Ciremai, mulai dari pembersihan alur sungai alami, penanaman kembali pohon-pohon endemik, hingga penataan kawasan permukiman sekitar hutan agar selaras dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.
