“Kami tidak minta lebih. Kami hanya ingin jalan yang aman untuk anak-anak dan pedagang. Kalau pemerintah tidak bisa cepat, ya kami kerjakan sendiri,” tandas Sanuri.
Meski sebelumnya usulan perbaikan telah berulang kali diajukan melalui mekanisme Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Panguragan, warga memilih bergerak cepat mandiri sembari menanti realisasi penanganan permanen dari instansi berwenang. Melalui aksi gotong royong berdana ratusan juta rupiah ini, warga berharap aktivitas perekonomian lokal dapat kembali pulih tanpa dihantui risiko bahaya di jalan raya. (red/dbs)
