BGN menyoroti kemungkinan pemasok memberikan bahan berkualitas buruk kepada satu SPPG, kemudian berpindah memasok ke SPPG lain karena tidak ada sistem informasi yang terintegrasi.
“Kalau mereka kasih ayam jelek yang menyebabkan keracunan misalnya, itu kemudian di-unlock, kita punya SPPG, dia bisa jualan di SPPG lain karena tidak adanya akses informasi di antara SPPG,” kata Sudaryono.
Penataan rantai pasok MBG juga merespons fluktuasi harga komoditas di pasaran. Sudaryono mengungkapkan, harga ayam saat ini terpantau tinggi, sementara harga telur justru anjlok sejak masa libur kenaikan kelas dan belum pulih meski kegiatan sekolah telah kembali aktif.
Baca Juga:Desa Sumber Kidul Cirebon Terima Bantuan Combine Harvester, Proses Panen Padi Kini Jauh Lebih CepatOperasi SAR 10 Hari Ditutup, Rombongan Jurnalis KM Arupadatu I di Selat Sunda Belum Ditemukan
Meski memperketat pengawasan, Badan Gizi Nasional (BGN) tidak akan memberlakukan pengaturan khusus untuk seluruh bahan pangan. Komoditas pelengkap seperti bawang merah, bawang putih, cabai, tomat, dan bahan dapur lainnya akan diserahkan sepenuhnya pada mekanisme pasar yang berjalan.
Menurut Kepala BGN Sudaryono, kebijakan khusus hanya difokuskan pada tujuh komoditas prioritas karena sebagian besar di antaranya memerlukan karakteristik penanganan dan standar pengadaan yang spesifik. “Selain tujuh tadi itu kemudian brambang, bawang, lombok, kemudian tomat dan lain sebagainya itu mengikuti mekanisme pasar saja,” tambah Sudaryono.
Melalui sistem yang sedang dimatangkan ini, BGN berharap seluruh bahan pangan yang diterima oleh setiap SPPG memiliki standar mutu yang seragam. Selain mengatur mekanisme pembelian secara transparan, sistem digital tersebut juga dirancang untuk memuat informasi terpusat yang dapat saling dipertukarkan antar-SPPG demi efisiensi pengawasan.
Dengan penerapan sistem belanja baru ini, BGN optimis kualitas gizi dan keamanan pangan bagi para penerima manfaat dapat terjaga secara konsisten, sekaligus memastikan akuntabilitas anggaran negara yang transparan dan tepat sasaran. (red/dbs)
