Ratusan Petani Tebu Cirebon Bergerak ke Jakarta, Tuntut Kenaikan HPP Gula Rp16.500 per Kilogram

Aksi petani tebu ke Jakarta
Perwakilan petani tebu Cirebon, Mae Azhar saat diwawancara awak media, Senin (31/8/2026).
0 Komentar

Sebelum memutuskan untuk mengepung Jakarta, pihak petani sebenarnya telah berulang kali menempuh jalur komunikasi dan dialog formal dengan instansi pemerintah terkait. Namun, karena berbagai agenda pembahasan tingkat tinggi kerap tertunda dan belum menghasilkan kejelasan kebijakan yang konkrit, para petani sepakat untuk membawa aspirasi tersebut secara langsung ke pusat.

“Tuntutan kenaikan itu untuk tahun ini. Karena ini masih setengah musim giling. Kita masih ada kesempatan di musim setengah berikutnya,” jelasnya.

Melalui momentum aksi ini, para petani tebu berharap Presiden RI dapat mendengarkan keluh kesah serta mengabulkan tuntutan penyesuaian HPP gula.

Baca Juga:Klarifikasi Pemerintah Desa Cigobang: Bangunan Koperasi Merah Putih Dipastikan Berdiri di Luar Area PemakamanBUMDes Festival Jabar 2026 di Kuningan, Sekda Jabar Soroti Potensi Ekonomi Waduk Darma

“Keterlambatan penetapan harga membuat petani berada dalam posisi sulit. Ketika harga tidak sesuai dengan biaya produksi, kerugian akhirnya ditanggung petani,” ucapnya

Ketika tuntutan tersebut kembali menemui jalan buntu tanpa respon positif dari pemerintah, para petani menyatakan siap melanjutkan gerakan eskalasi, baik melalui aksi lanjutan di tingkat nasional maupun konsolidasi di daerah.

“Kami berharap Presiden Prabowo mendengar tuntutan para petani tebu dan mengabulkan kenaikan HPP menjadi Rp16.500 per kilogram, Kita petani akan terus melakukan aksi, baik nanti di tingkat nasional maupun di tingkat daerah, yaitu di Kabupaten Cirebon,” pungkas Mas Azhar. (rif/dbs)

0 Komentar