​Guna mengatasi persoalan ini, Kemendikdasmen menggarisbawahi urgensi penerapan skema pendidikan yang beradaptasi dengan kondisi lapangan. Metode pembelajaran jarak jauh kini dilirik sebagai instrumen terobosan untuk menjangkau anak-anak yang terkendala jarak maupun ruang.
​Fajar menuturkan, penyelesaian isu ATS memerlukan kolaborasi erat seluruh pemangku kepentingan agar tidak ada lagi anak bangsa yang kehilangan hak dasarnya.
​”Kami harapkan semua stakeholder pendidikan, tidak hanya formal dan nonformal, itu mengaktivasi semua jalur supaya tidak ada lagi anak-anak kita yang tidak sekolah,” pungkas Wamendikdasmen. (red/dbs)
