Pekan Kerajinan Jawa Barat 2026 Siap Manjakan Pengunjung Domestik hingga Mancanegara

Pekan Kerajinan Jawa Barat 2026
Foto ilustrasi pameran Pekan Kerajinan Jawa Barat 2026
0 Komentar

• Pinton Kriya dirancang sebagai ruang demonstrasi interaktif, di mana pengunjung dapat menyaksikan langsung proses pembuatan kerajinan, seperti membatik, sekaligus berinteraksi langsung dengan sang perajin.

• Saba Kriya hadir sebagai program trip edukatif yang mengajak para pengunjung serta calon pembeli potensial (buyer) untuk mengunjungi langsung destinasi wisata daerah dan mengikuti lokakarya (workshop) di sentra-sentra perajin lokal di Jawa Barat.

Selain inovasi tersebut, agenda rutin yang selalu dinanti seperti fashion show juga dipastikan kembali digelar. Peragaan busana kali ini akan mengangkat keindahan wastra batik Jawa Barat yang dimodifikasi agar fleksibel digunakan, baik untuk acara formal maupun busana harian. Istimewanya, busana-busana ini akan diperagakan langsung oleh perwakilan Dekranasda Kabupaten/Kota, jajaran kepala daerah, pimpinan Bank Indonesia, hingga Penjabat Gubernur Jawa Barat.

Baca Juga:Sensus Ekonomi 2026: Kecamatan Babakan Cirebon Perkuat Sinergi Demi Data AkuratSempat Jadi Buronan : Polisi Tangkap Taufik Hidayat, Penyekap dan Penganiaya Kekasih hingga Buta di Bandung 

Guna mendukung ekosistem digital dan memberikan kenyamanan dalam bertransaksi, pihak panitia juga tetap mengintegrasikan sistem pembayaran digital berbasis QRIS di seluruh stan pameran. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses transaksi sekaligus mendorong digitalisasi UMKM di Jawa Barat.

Di akhir penjelasannya, Noneng merangkum tiga misi utama yang ingin dicapai melalui perhelatan PKJB 2026.

“Melalui PKJB ini, yang pertama tentu produk kriya Jawa Barat akan semakin dikenal luas oleh masyarakat karena ini merupakan ajang promosi strategis bagi pelaku usaha. Kedua, kegiatan ini bertujuan membangun jaringan (networking) bisnis yang kuat, dan yang ketiga, tentu saja untuk mendongkrak volume penjualan para perajin kita,” pungkasnya. (rls/hms)

0 Komentar