Sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengungkapkan bahwa penghentian sementara MBG bertujuan untuk memberi ruang evaluasi menyeluruh terhadap seluruh SPPG yang beroperasi. Evaluasi mencakup kualitas fasilitas, proses memasak, standar kebersihan, hingga mutu gizi makanan. Hasilnya, SPPG akan dikelompokkan ke dalam beberapa kelas, di mana yang berkinerja lebih baik akan menerima insentif lebih besar.
Qodari juga menambahkan bahwa BGN akan memberlakukan moratorium pendirian SPPG baru serta melakukan penyesuaian ulang skema insentif, yang kemungkinan besar akan dikaitkan kembali dengan jumlah penerima manfaat. “Kami akan fokus pada peningkatan kualitas SPPG yang sudah berjalan, dan menghitung ulang insentif dengan pendekatan yang lebih proporsional,” pungkasnya. (red)
