Tekan Angka Pengangguran, Disnaker Kabupaten Cirebon Perkuat Sinergi Lulusan SMK dan Dunia Industri

Disnaker kab. Cirebon
Kepala Disnaker Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto, SSTP., M.Si., menekankan bahwa keberadaan Bursa Kerja Khusus (BKK) di setiap satuan pendidikan kejuruan memegang peranan yang sangat krusial.
0 Komentar

​Tren Positif di Tengah Tantangan Besar

Iklim ketenagakerjaan di Kabupaten Cirebon sebenarnya menunjukkan tren yang cukup menggembirakan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di wilayah ini tercatat mengalami penurunan dari 6,7 persen menjadi 6,4 persen. Namun, pemerintah daerah enggan berpuas diri mengingat angka absolut pengangguran masih berada di kisaran 80 ribu orang.

​Novi menjelaskan bahwa pertumbuhan investasi yang konsisten menjadi faktor pendukung utama menurunnya angka pengangguran dibandingkan beberapa daerah tetangga. Ia menyebut Cirebon dan Majalengka sebagai dua daerah yang paling konsisten dalam menunjukkan tren perbaikan indikator ketenagakerjaan.

​”Secara tren, kondisi kita terus membaik seiring dengan tumbuhnya investasi. Namun, meningkatnya jumlah lulusan baru setiap tahun tetap menjadi pekerjaan rumah yang menuntut sinergi berkelanjutan. Kami ingin memastikan lulusan SMK tidak hanya sekadar ‘siap kerja’ secara teori, tetapi benar-benar sesuai dengan evolusi kebutuhan pasar global saat ini,” pungkasnya.

Baca Juga:Gebrakan Mutasi Pemkot Cirebon: Iing Daiman Resmi Jabat Sekda, Puluhan Pejabat Eselon BergeserWajah Baru Kesejahteraan Kabupaten Cirebon: Laju Penduduk Terkendali, Indeks Pembangunan Melejit

​Melalui penguatan program job matching ini, Pemerintah Kabupaten Cirebon berharap dapat menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih sehat, di mana setiap lulusan memiliki peta jalan yang jelas menuju dunia profesional, sekaligus meningkatkan kualitas daya saing tenaga kerja lokal secara nasional. (rif/dbs)

0 Komentar