BMKG Peringatkan Jawa Barat Bakal Dilanda Kemarau Lebih Kering dan Panjang pada 2026

BMKG prediksi kemarau jabar
Foto ilustrasi kekeringan karena musim kemarau panjang.
0 Komentar

Rekomendasi Mitigasi dan Adaptasi

Menanggapi potensi krisis air dan dampak lingkungan, BMKG mengeluarkan sejumlah rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah dan masyarakat. Optimalisasi waduk, bendungan, serta percepatan rehabilitasi embung menjadi prioritas utama untuk menjamin ketersediaan air baku.

“Kami mendorong langkah antisipatif terhadap krisis air bersih, mulai dari penyaluran bantuan air hingga pembuatan sumur bor darurat. Masyarakat juga sangat diharapkan mulai membudayakan hemat air sejak dini,” tegas Vivi.

Di sektor pertanian, para petani diimbau untuk lebih fleksibel dalam menyesuaikan kalender tanam. BMKG menyarankan untuk menghindari penanaman pada puncak kemarau dan beralih ke varietas tanaman yang tahan kekeringan atau komoditas palawija.

Baca Juga:Tatap 2027, Gubernur Dedi Mulyadi Gebrak Jabar dengan Lima Agenda Prioritas PembangunanPerangi Hoaks, DPRD Kabupaten Cirebon Desak Penguatan Literasi Digital Masyarakat

Selain ancaman kekeringan dan kebakaran hutan (karhutla), aspek kesehatan juga menjadi sorotan. Penurunan kualitas udara akibat debu dan potensi asap selama kemarau panjang berisiko meningkatkan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Masyarakat harus waspada terhadap ISPA. Selain itu, perhatikan kualitas sanitasi lingkungan karena pasokan air yang berkurang seringkali berdampak pada kebersihan,” pungkasnya. (rif/dbs)

0 Komentar