Tidak berhenti pada pembenahan manajemen pengadaan, DPUTR Kabupaten Cirebon turut melakukan perombakan dari sisi teknologi perencanaan melalui penguatan sistem SATRIA. Kebijakan ini diambil guna menjawab persoalan klasik berupa fragmentasi data tata ruang dan infrastruktur yang sebelumnya tersebar terpisah di berbagai perangkat daerah, sehingga kerap memicu ketidakakuratan penetapan skala prioritas pembangunan.
Melalui aplikasi SATRIA, seluruh data geospasial—seperti kondisi jaringan jalan, sistem drainase, saluran irigasi, hingga peta pemanfaatan ruang—diintegrasikan secara terpadu dalam satu dasbor digital. Langkah pemetaan ini memungkinkannya Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam menentukan prioritas pembangunan secara presisi.
Dalam sektor perhubungan, misalnya, pemetaan jaringan jalan dapat langsung diselaraskan dengan data tingkat pertumbuhan kawasan serta pusat konektivitas ekonomi warga. Sementara pada sektor pertanian, data jaringan saluran air dihubungkan langsung dengan peta lahan komoditas pangan, sehingga perbaikan saluran irigasi yang rusak dapat difokuskan pada wilayah yang paling membutuhkan secara akurat.
Baca Juga:Tingkatkan Keselamatan Pengendara, Perbaikan Ruas Jalan Babakan–Pabedilan Disambut Positif WargaPemprov Jabar Kerahkan Heli Water Bombing dan 500 Personil untuk Padamkan Karhutla Gunung Ciremai
Saat ini, pengembangan sistem SATRIA tengah mematangkan fondasi teknis, konsolidasi data, serta pengujian prototipe dasbor geospasial. Pada tahap selanjutnya, DPUTR akan berfokus pada standardisasi, validasi, dan pembaruan data secara berkala guna menjamin transparansi serta efektivitas pembangunan infrastruktur di Kabupaten Cirebon. (dbs/red)
