CIREBON — Operasi Keselamatan Lodaya 2026 resmi digelar serentak di seluruh wilayah Jawa Barat, dimulai 2 Februari 2026 dan berlangsung selama 14 hari hingga 15 Februari 2026.
Kegiatan ini tidak hanya diselenggarakan di Kabupaten Tasikmalaya, tetapi juga di Kota Cirebon, Kabupaten Majalengka, Indramayu, Cianjur, dan sejumlah daerah lainnya di Jabar.
Cirebon Kota & Sekitarnya: Fokus Tekan Pelanggaran Lalu Lintas
Di Kota Cirebon, apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Lodaya 2026 digelar di Mapolres Cirebon Kota, menandai dimulainya penertiban lalu lintas secara serius di wilayah Pantura ini. Petugas menekankan tujuan utama operasi adalah meningkatkan kesadaran berkendara dan menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.
Baca Juga:Kejar Target PAD Rp 19 Triliun, Bapenda Jabar Siapkan Program UnggulanKejar Target PAD Rp 19 Triliun, Bapenda Jabar Siapkan Program Unggulan
Wakapolres setempat turut menyampaikan bahwa kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai persiapan menghadapi kondisi arus lalu lintas yang padat menjelang dan selama bulan Ramadhan serta mudik Lebaran 2026.
Target Pelanggaran Utama
Dalam Operasi Keselamatan Lodaya 2026, Kepolisian Jawa Barat menyiapkan fokus penindakan terhadap sejumlah pelanggaran yang dianggap paling berisiko menimbulkan kecelakaan. Sasaran prioritas ini berlaku di berbagai wilayah, termasuk di Cirebon dan daerah lain di Jabar.
Pelanggaran tteraebut meliputi: Melawan arus, Pengendara di bawah umur atau tidak memiliki SIM,Melebihi batas kecepatan, Menggunakan ponsel saat berkendara, Pengaruh alkohol saat berkendara, Tidak menggunakan sabuk pengaman, TNKB (plat nomor) tidak sesuai ketentuan, Tidak memakai helm berstandar SNI, Menggunakan knalpot bising knalpot brong, Pelanggaran ini menjadi fokus utama karena dinilai sebagai penghambat utama kamseltibcarlantas — yaitu keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
Pendekatan Humanis & Edukasi di Lapangan
Selain penindakan hukum, operasi kali ini mengedepankan pendekatan humanis dan edukatif di banyak wilayah Jawa Barat. Petugas tidak sekedar menilang, tetapi juga memberikan imbauan, edukasi, sosialisasi, dan bahkan penghargaan kecil kepada pengendara yang tertib.
Contohnya di Majalengka, petugas Satlantas membagikan cokelat kepada pengendara yang tertib lalu lintas sebagai bentuk apresiasi, sekaligus menyampaikan pesan keselamatan secara simpatik.
Langkah ini adalah bagian dari strategi polisi untuk memaksimalkan kedisiplinan masyarakat tanpa kesan represif semata.
