Pemadaman listrik ini melanda hampir seluruh daerah kabupaten dan kota di Sulut. Hingga menjelang subuh pada Kamis (12/12/2024), beberapa wilayah mulai mendapatkan aliran listrik secara bertahap.“Kalau di Dumoga , Kabupaten Bolmong listrik sudah menyala pukul 20.00 WITA, dan katanya mau dibatasi hingga 4 jam saja” jelas Farida Daeng Matiro, seorang warga desa Tapadaka Utara, Kecamatan Dumoga Tenggara, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulut.
Penyebab Listrik Padam
Sebelumnya PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) segera melakukan upaya pemulihan terhadap gangguan jaringan listrik di wilayah tersebut. Pada pukul 14.05 Wita, PLN menginformasikan bahwa sistem kelistrikan di Manado mengalami pemadaman yang kemudian meluas ke beberapa kabupaten dan kota di Sulawesi Utara.“Indikasi gangguan terjadi di Sistem Transmisi 150 kV,” ungkap GM PLN UID Suluttenggo, Atmoko Basuki, pada Rabu malam.Saat ini, proses pemulihan sedang berlangsung dan pihak PLN meminta maaf atas kejadian ini. Semua personel telah dikerahkan untuk menangani pemadaman yang terjadi.Warga dari berbagai daerah seperti Manado, Tomohon, Minahasa, Minahasa Selatan, hingga Bolmong Raya melaporkan keluhan terkait pemadaman listrik.“PLN akan berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Mohon doanya agar pemulihan bisa segera untuk semua pelanggan,” tambahnya. Jumlah pelanggan yang terdampak mencapai 882.626 rumah tangga, dengan 8.820 gardu distribusi dan 145 penyulang yang terpengaruh, serta 31 gardu induk yang juga mengalami gangguan
Dampak Kerugian Ekonomi
Pengamat Ekonomi Sulawesi Utara, Magdalena Wullur, Dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi mengungkapkan bahwa dampak pemadaman listrik ini berdampak kerugian yang dirasakan oleh masyarakat. Menurutnya, seharusnya pihak PLN menjelaskan dengan baik penyebab pemadaman listrik ini dan harus managing jauh-jauh hari dampak resikonya.
Baca Juga:Kuwu Pakusamben Sampaikan Klarifikasi Soal Bantuan Desa dan Isu Pergantian PerangkatJelang Batas Akhir, Bank BJB Ungkap Perkembangan Proses KUB
” Kami lihat tidak ada manajemen resiko yang disiapkan jauh-jauh hari, berarti sengaja dibiarkan atau dianggap remeh oleh PLN ini. Padahal kita tau bersama akibat ini banyak sekali kerugian, seperti siapa yang akan membayar kredit macet, biaya sekolah anak-anak dan siapa membayar kegagalan siswa yang sementara ini ikut ujian SD, SMP, dan SMA ini semua harus dipikirkan pasca kejadian ini,” ujar Magdalena.
