Pasien Rumah Sakit di Kota Cirebon Membeludak, Dinkes Diminta Petakan Keterisian Tempat Tidur

Pasien RSUD Gunung Jati melonjak
Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Kota Cirebon
0 Komentar

Didominasi Pasien Anak akibat ISPA

Salah satu rujukan utama yang mengalami dampak signifikan dari lonjakan ini adalah Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Kota Cirebon. Tingginya antrean pasien membuat penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sempat tertahan, sehingga sejumlah pasien tidak bisa langsung ditransfer ke ruang perawatan rawat inap.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Keperawatan RSD Gunung Jati, Setya Vahani SKp MKep, membenarkan adanya fenomena membeludaknya kunjungan pasien tersebut. Menurutnya, grafik peningkatan kunjungan pasien mulai merambat naik secara signifikan sejak pekan kedua September 2026.

“Lonjakan pasien di RSD Gunung Jati terjadi sejak pekan kedua bulan September 2026 atau tepatnya pada 7 September 2026,” ungkap Setya Vahani.

Baca Juga:Peringati Haul Agung Sunan Gunung Jati, Bupati Imron Dorong 19 September Masuk Kalender Agenda Resmi Cirebon58 Santri Al Askar Keracunan MBG, Polisi Amankan Sampel ke Labfor

Ia membeberkan bahwa mayoritas pasien yang memadati IGD dan ruang perawatan didominasi oleh kelompok usia anak-anak, yakni rentang usia 1 hingga 10 tahun. Keluhan kesehatan utama yang dialami para pasien anak tersebut umumnya berupa gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), seperti demam tinggi, batuk, flu, dan gangguan pernapasan lainnya.

Pemerintah Kota Cirebon bersama pihak pengelola rumah sakit kini terus memantau dinamika lapangan sembari menunggu hasil audit pemetaan BOR resmi dari Dinas Kesehatan guna menentukan langkah taktis penanganan selanjutnya.(red/dbs)

0 Komentar