“Alhamdulillah, Rais Aam terpilih, sesuai dengan tata tertib pemilihan, telah memberikan persetujuannya terhadap lima nama calon yang ada. Selanjutnya, beliau-beliau akan bermusyawarah untuk menentukan ketua umum kita yang baru,” tutur Ganefri saat memimpin jalannya sidang.
Dalam kesempatan tersebut, Ganefri juga mengajak ribuan muktamirin untuk bersama-sama memanjatkan doa agar proses musyawarah mufakat di ruang tertutup AHWA dapat berjalan lancar, khidmat, dan segera membuahkan hasil terbaik bagi masa depan organisasi Islam terbesar di Indonesia ini.
“Mari kita berdoa agar lebih cepat keluar nama ketua umum yang baru. Doanya silakan sesuai kebiasaan. Kita berharap 15 menit, lebih cepat lebih baik,” ucap Ganefri sebelum mengetuk palu persidangan.
Baca Juga:Muktamar Ke-35 NU di Jombang Diwarnai Kericuhan dan Aksi Kepung Ruang SidangSi Jago Merah Mengamuk di Lahan Kosong Pabedilan: Warga Panik, Angin Kencang Perparah Situasi
Dengan ditetapkannya Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU dan kepemimpinan Rais Aam yang kembali dipegang oleh KH Miftachul Akhyar, kepengurusan PBNU masa khidmah 2026–2031 resmi terbentuk. Duet kepemimpinan ulama kultural dan struktural ini diharapkan mampu membawa Nahdlatul Ulama semakin progresif, solid, serta maslahat dalam mengawal kebangsaan dan keumatan ke depan. (red/dbs)
