Dengan demikian, sebut Deddy, total realisasi investasi PMA dan PMDN di Jawa Barat pada Semester I Tahun 2017 sebesar 54,11 Triliun Rupiah atau sekitar 4,06 Miliar US Dolar, dengan jumlah proyek sebanyak 4.018 proyek LKPM dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 101.452 orang.
Sebagai perbandingan, pada tahun 2016 total realisasi investasi PMA dan PMDN Wajib LKPM di Jawa Barat sebesar 105,34 Triliun Rupiah, dengan jumlah proyek sebanyak 7.192 proyek LKPM dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 367.228 orang.
Selanjutnya Deddy menyebutkan pula bahwa sampai dengan Semester I Tahun 2017, peringkat lima besar Kabupaten/Kota yang paling diminati oleh para investor PMA yaitu Kabupaten Karawang sebesar 41,71%, Kabupaten Bekasi sebesar 32,69%, Kabupaten Bogor sebesar 6,23%, Kabupaten Cirebon sebesar 3,69%, dan Kab. Purwakarta sebesar 3,52%.
Baca Juga:IMAGE 2017, Ajang Investor Timur Tengah Kenali Potensi Jawa BaratKPK Hadir di Acara Himpaudi, Netty : Lawan Budaya Korupsi Dari Balita
Sedangkan untuk PMDN Kabupaten/Kota yang paling diminati yaitu Kota Bogor sebesar 21,91%, Kabupaten Karawang sebesar 21,36%, Kabupaten Bekasi sebesar 16,24%, Kab. Sumedang sebesar 10,53%, dan Kabupaten Bandung sebesar 5,67%.
Menurut Sektor Usahanya, investasi asing di Jawa Barat paling besar ditanamkan pada sektor Industri Kendaraan Bermotor dan Alat Transportasi lain dengan rasio 34,45%, Industri Logam, Mesin dan Elektronika sebesar 13,51%, Industri Kimia dan Farmasi sebesar 7,43%, Industri Karet dan Plastik sebesar 7,31%, serta Industri Mineral Non Logam sebesar 6,14%.
Sementara itu, investasi dalam negeri Wajib LKPM di Jawa Barat paling banyak ditanamkan pada sektor Industri Kertas dan Percetakan dengan rasio 20,68%, Transportasi, Gudang dan Komunikasi sebesar 19,83%, Industri Tekstil sebesar 12,05%, Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran sebesar 10,40%, serta Industri Makanan sebesar 8,10%.
“Sejauh ini, jumlah investasi dari negara-negara Timur Tengah di Jawa Barat masih terbilang rendah. Sepuluh negara dengan investasi terbesar di Jawa Barat, diduduki oleh Jepang, Singapura, Belanda, Taiwan, Hongkong, Perancis dan British Virgins Island. Menyusul kemudian Malaysia, Korea Selatan dan Tiongkok,” Sebut Deddy.
“Oleh sebab itu, melalui ajang West Java Investor Forum hari ini, kami mengundang para investor dari negara-negara Timur Tengah, Negara-Negara ASEAN dan Anggota OKI lainnya, untuk menjadi bagian dari pelaku bisnis di Jawa Barat, mulai dari manufaktur, konstruksi, pertanian hingga pariwisata,” ajaknya.
Tak sampai disitu, Deddy juga menyebutkan terdapat sejumlah peluang investasi utama di Jawa Barat yang dapat dielaborasi pada ajang ini, seperti: Proyek pengembangan jalur kereta api LRT Bandung Metropolitan Area dan jalur kereta api Tanjungsari-Kertajati-Arjawinangun, Proyek pembangunan pelabuhan internasional Patimban dan Indonesia Halal Hub Logistik, Proyek pengembangan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB Kertajati) dan Bandara Nusawiru di Pangandaran.
