Rumah sakit yang berdiri pada tanggal 29 Mei 1952 ini, pada 28 Oktober 1997 menjadi Rumah Sakit Kelas B terwujud dengan ditetapkannya RSUD Karawang menjadi Rumah Sakit Kelas B Non Pendidikan melalui SK Menkes RI No. 1230/Menkes/SK/X/1997,kemudian disyahkan oleh Pemda Karawang melalui Perda No. 9 tahun 1999.
Dalam mewujudkan visi untuk mempunyai rumah sakit dengan sarana dan prasarana memadai, dilaksanakan strategi pembuatan dan pengajuan proposal relokasi rumah sakit serta pengajuan permintaan alat-alat medis dan non medis kepada pemerintah pusat. Departemen Kesehatan secara bertahap selama 5 tahun,memerlukan biaya sebesar Rp. 177 miliar dan tanah seluas 6,6 Ha.
Tahun 2001 pembangunan tahap pertama untuk relokasi mulai dilaksanakan. Relokasi menempati lahan 6,6 Ha yang berlokasi di Desa Sukaharja Kecamatan Teluk Jambe, Kabupaten Karawang, sekitar 2 km dari lokasi lama. Tahun 2002 pembangunan tahap pertama dan kedua selesai meliputi pembangunan gedung administrasi, rawat jalan, IGD, instalasi Ibu dan anak, Radiologi, Farmasi dan ruang rawatan berkapasitas 66 tempat tidur.
Baca Juga:MenPAN RB: Penerimaan CPNS dari Jalur Umum itu Bohong!Wartawan Dipukul Oknum Polisi Saat Meliput Demo Pilkada Cianjur, Ini Respons Polda Jabar
Tanggal 27 September 2003,gedung tersebut di atas diresmikan oleh Menteri Kesehatan RI dan dioperasionalkan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kabupaten Karawang dan sekitarnya, karena pembangunan belum selesai seluruhnya, RSUD Karawang dalam kurun waktu 6 bulan beroperasi di 2 tempat yaitu gedung lama meliputi kamar bedah, ruang perawatan dengan kapasitas 200 tempat tidur, kamar bersalin, laundry, gizi dan kamar jenazah.
Penunjang pelayanan medis berupa labolatorium, farmasi dan radiologi beroperasi di tempat lama dan tempat baru dengan resiko peralatan dan SDM tebagi dua. Pada tanggal 1 April 2004 rumah sakit seluruhnya pindah ke gedung baru dengan kapasitas 165 tempat tidur yang menggunakan peralatan medis lama. Pada bulan Desember 2007, RSUD Karawang telah lulus akreditasi 16 pelayanan dengan kategori penuh tingkat lengkap. Pembangunan gedung dari tahun 2001 sampai sekarang telah mencapai 90% dari rencana dan telah menggunakan dana sebesar RP. 74,2 milyar. Dan untuk penambahan peralatan medis menggunakan dana sebesar 16,4 milyar atau mencapai 18.2% dari rencana. (bay)
