Meski pengiriman telah dimulai, Joao menyatakan pihaknya siap mengikuti keputusan final dari pemerintah dan DPR, termasuk jika harus menghadapi denda kontraktual akibat pembatalan.
“Apa pun risikonya, itu konsekuensi yang harus saya ambil dan saya harus bertanggung jawab, termasuk jika ada denda. Jika negara dan DPR menyatakan harus berhenti, kami hentikan,” tegas Joao.
Saat ini, PT Agrinas tengah berkoordinasi dengan dealer rekanan untuk mengelola logistik ribuan unit kendaraan yang sudah tiba sembari menunggu kepastian kelanjutan program tersebut. (rif/dbs)
