Ketua Banggar DPR Desak Pembatalan Impor 105 Ribu Mobil India untuk Kopdes Merah Putih

Pick up mahindra
Foto ilustrasi kendaraan pick up impor untuk program Kopdes Merah Putih
0 Komentar

JAKARTA – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, meminta pemerintah segera membatalkan rencana impor 105 ribu unit mobil pikap dari India yang ditujukan untuk operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Kebijakan ini dinilai membebani APBN dan mematikan potensi industri otomotif dalam negeri.

Said mengkritik manajemen PT Agrinas Pangan Nusantara yang dianggap tidak sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto terkait kemandirian ekonomi. Menurutnya, penggunaan skema pembiayaan multiyears di tengah ruang fiskal yang terbatas sangat tidak tepat.

​”Bisa jadi penawaran harga beli dari India lebih murah, tetapi apakah sudah dipikirkan aftersale-nya, bagaimana suku cadangnya, ketersedian dan jangkauan bengkelnya. Kalau kita perhitungkan ini semua, bisa jadi harganya lebih mahal, dari niatan awal efisiensi,” ujar Said dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/2/2026).

Baca Juga:Akses Warga Ditutup Demi Perumahan Mewah, PMPR: Summarecon Bandung Langgar Hak Sosial TanahICW Gugat UU APBN 2026 ke MK: Anggaran Pendidikan Diduga “Disunat” Demi Program MBG

​Dampak Ekonomi Nasional

​Merujuk kajian Center of Economic and Law Studies (Celios), Said memaparkan bahwa impor skala besar ini berisiko menekan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga Rp39,29 triliun. Selain itu, surplus industri otomotif nasional diprediksi terpangkas sebesar Rp21,67 triliun.

​Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini juga menyoroti absennya komunikasi antara PT Agrinas dengan produsen otomotif lokal. Padahal, volume 105 ribu unit tersebut setara dengan total produksi mobil niaga nasional dalam setahun.

​”Langkah ini akan membangkitkan industri otomotif dalam negeri, menyerap tenaga kerja baru, dan efek berantai ekonomi lainnya,” tegas Said.

Ia menambahkan bahwa belanja negara seharusnya memberi nilai tambah bagi rakyat, bukan justru memperlebar angka pengangguran terdidik.​”Lebih bijak langkah ini tak perlu dipikir ulang tapi perlu dibatalkan,” tambahnya.

Respon PT Agrinas

Di sisi lain, PT Agrinas Pangan Nusantara mengonfirmasi bahwa 1.000 unit tahap awal telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada awal pekan ini. Direktur Utama PT Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, menjelaskan bahwa pengadaan ini merupakan bagian dari kontrak berjalan dengan pabrikan India, Mahindra & Mahindra serta Tata Motors.

“Iya, sudah sampai 1.000 unit di Tanjung Priok. Kami harus memberikan down payment 30 persen dan itu sudah kami lakukan untuk semua produk yang kami beli,” jelas Joao, Selasa (24/2/2026).

0 Komentar