Para peserta didik pria siap mengikuti pelatihan yang diberikan para ‘Sensei’ di Kantor Aska Bali Cabang Cirebon.
Untuk diketahui, beberapa waktu lalu, LPK ASKA Bali Cabang Cirebon mendapat kunjungan dari kantor pusat, diantaranya hadir Mr. I Nyoman Wijana dan pihak agensi dari Jepang untuk memantau langsung keberadaan Kantor Cabang perihal sarana dan prasarana, menentukan lokasi GPS agar mudah diakses dari tol, dan validasi dari pihak Jepang mengenai cabang yang ada di pulau Jawa. Dalam kesempatan tersebut Direktur Utama ASKA Bali Group , I Nyoman Wijana menyampaikan wejangannya.
“Puji syukur, Saya menyambut gembira atas diresmikannya kantor baru yang ada di Cirebon ini. Dan kawan-kawan di sini tetap semangat terus dalam bertugas, semoga hadirnya ASKA Bali Cabang Cirebon bisa membuat anak-anak peserta pelatihan dan yang akan magang jadi lebih dekat, khususnya yang ada di pulau jawa sehingga memudahkan anak-anak yang punya impian berangkat ke negara sakura bisa efisien perihal biaya dan waktu,” ujarnya di sela acara sambutan.
Baca Juga:Ini Dia Para Pemenang GiveAway “Eza Fresh Drink”Tingeling! Gapura Taman Pataraksa Cirebon Dua-duanya Ambruk
Sejauh ini, LPK ASKA Bali Cabang Cirebon telah melakukan sosialisasi dengan roadshow ke sekolah-sekolah menengah atas, khususnya bagi siswa-siswi kelas XII yang akan melanjutkan jenjang karirnya ke dunia kerja, memperkenalkan program-program unggulan serta kemudahan fasilitas apa yang bisa didapat ketika mereka mau bergabung menjadi peserta pelatihan untuk nantinya disalurkan magang kerja ke Jepang. LPK ASKA Bali Cabang Cirebon juga merangkul LPK-LPK Penyangga untuk bekerjasama dalam memfasilitasi penyaluran tenaga kerja magang di Jepang.
Mengenai fasilitas yang diperoleh oleh peserta pelatihan, LPK ASKA Bali Cabang Cirebon menawarkan kemudahan dan keuntungan, seperti yang ditegaskan oleh ‘sensei’ Hendrik di sela wawancara dengan Tim JP, belum lama ini.
“Kami menawarkan pendampingan dari nol hingga berangkat, dalam pelatihan di sini kami mengadopsi kurikulum silabus yang teruji oleh Japanese Languange Proficiency Test (JLPT) dengan menggunakan Buku Modul Dasar dan Buku Minna Nihongo sebagai panduan belajar berbahasa Jepang, jadi disamping mahir berbahasa anak-anak pun harus bisa menulis aksara Jepang. Tentunya, dengan biaya yang cukup terjangkau bagi peserta pelatihan, kami sudah memfasilitasi mereka dengan kelengkapan buku panduan belajar, asrama penginapan bagi anak yang berasal dari luar daerah, plus makan minum bagi yang sudah dalam tahap pemantapan sebelum diberangkatkan”.
