Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jabar kemudian mengekstraksi nama geografis yang mewakili ruang terbuka publik atau lapangan terbuka dari database SINAR untuk mengidentifikasi calon lokasi hunian darurat.
Pemda Provinsi Jabar dan Pemda Kabupaten Cianjur pun berkolaborasi membuat platform digital Pisodapur dan memanfaatkan data nama geografis untuk memenuhi kebutuhan logistik yang masif dan terukur.
Pisodapur berfungsi menyebarluaskan informasi kepada masyarakat tentang korban gempa, rumah rusak, daerah yang terkena dampak, berita terbaru terkait gempa, dan laporan donasi.
Baca Juga:Tidak Ada Sosialisasi, Kades Karangrahayu Pasang Summer Sable Tanpa IzinPengadaan SAB di Kampung Pelaukan Tidak Sesuai RAB, Diduga Kades Mark UP Anggaran
Dokumen ilmiah berjudul “Toponym Usage in response to the earthquake disaster in Cianjur Regency”, yang disusun Pemda Provinsi Jabar itu mendapat perhatian panitia forum UNGEGN di New York untuk dibahas pada forum ilmiah tersebut yang akan dihadiri kurang lebih 100 negara anggota PBB.
Prestasi RupaBumi Jabar
Sebelumnya, Pemda Provinsi Jabar melalui Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Jabar meraih penghargaan peringkat pertama dalam pengelolaan RupaBumi dari Badan Informasi Geospasial RI pada 2022.
Keaktifan Provinsi Jabar dan kolaborasi seluruh Pemda kab kota di Jabar dalam setiap kegiatan Penyelenggaraan Nama RupaBumi mengantarkan juga prestasi bagi Kabupaten/Kota di Jabar.
Terdapat empat nominator kabupaten/kota di Provinsi Jabar dari lima nominator yang masuk dalam nominasi penerima Bhumandala Award 2022, yaitu Kabupaten Cianjur (Juara 1 Bhumandala RupaBumi Nasional Tingkat Kabupaten), Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang, dan Kota Bekasi.
Pengumpulan data Nama Rupabumi pun terus dilaksanakan untuk mencapai kuantitas dan kualitas data dengan target lima juta Nama RupaBumi di Provinsi Jabar.
Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Jabar dalam inovasi program 1 Desa 100 Nama RupaBumi berhasil meningkatkan capaian Data RupaBumi dari sekitar 71.000 data menjadi 610.000 data RupaBumi yang sudah di-input ke dalam Aplikasi SINAR.
Pemdaprov juga dinilai berhasil dalam memfasilitasi penamaan nama jalan, yaitu Jalan Layang Prof. Mochtar Kusumaatmaja dan Jalan KH Ma’Mun Nawawi di Bekasi.
Baca Juga:1.110 WBP Lapas Kelas IIA Cikarang dapat Remisi Lebaran, 3 Diantaranya Langsung BebasFajarPaper Berikan Zakat Jelang Idul Fitri untuk Warga di 3 Desa di Kabupaten Bekasi
Penamaan RupaBumi menjadikan semakin banyak daerah yang dikenal karena sudah diberikan nama dan terdata oleh sistem yang memudahkan masyarakat dalam mencari informasi terkait lokasi suatu tempat.
