Menurut Asep, apabila tidak adanya kontraksi pada ibu hamil dan sudah melewati bulannya, seharusnya dirujuk ke rumah sakit, namun tidak sama sekali direkomendasikan untuk dirujuk ke rumah sakit.
“Saya disuruh nunggu lagi selama 3 hari, sampai usia kandungan istri saya total 10 bulan 3 hari,” ucap Asep.
Selain itu, dirinya bertanya kepada yang bersangkutan (bidan NN), apabila ingin diinduksi harus ke rumah sakit mana? “Ga perlu ke rumah sakit, di sini juga bisa,” katanya menirukan ucapan NN.
Baca Juga:Lapas Sukabumi Amankan Pelaku Pelempar Sabu ke Dalam Lapas10 WBP Lapas Cikarang Jalani Asrum
Masuk tanggal 30 November, istrinya melakukan induksi pertama pada jam 10 pagi. Kemudian, induksi kedua jam 5 subuh, namun belum ada juga kontraksi. Sampai pada akhirnya mengalami pendarahan.
“Sampai pada akhirnya, saya minta rujukan yang sebelumnya ditolak. Kemudian, bidan NN merujuk istri saya ke RS Kartika Husada Setu,” katanya.
Sesampai di RS Kartika Husada, kata Asep, Rohimah sempat dianti gen covid, namun hasilnya non reaktif. Lalu dilanjut tes darah, dan dokter mendiagnosa Rohimah mengidap HIV.
“Di sini saya merasakan janggal, dan ingin melakukan tes darah ulang. Namun, dokter ga nurutin itu, dengan alasan bakal keluar hasil yang sama. Saya yakin, hasil tes darah istrinya tertukar dengan hasil diagnosa orang lain,” ujar Asep.
Akan tetapi, yang diutamakan bukan soal hasil tes darah, melainkan tindakan persalinan istrinya yang harus disegerakan. “Tapi, pihak rumah sakit malah merujuk ke RSUD Kota Bekasi,” bebernya.
Di RSUD Kota Bekasi, masih ada pergerakan dari bayi dalam kandungan istrinya. Dokter yang awalnya akan menangani pada jam 10, malah datang jam 2 siang. Sehingga, Asep dan istrinya kehilangan bayinya.
Hal ini dikarenakan, lalai serta lambatnya penanganan bidan klinik dan dokter rumah sakit.
Baca Juga:Lapas Kelas II A Cikarang dan Yayasan BBIM Buka Pelatihan Kemandirian Tahun 2023Kapolda Jabar Ajak Personel Polres Cirebon Kota Jadi Polisi Penolong
Asep berharap, dirinya dapat menuntut keadilan, sehingga para terlapor diduga melakukan pembiaran dalam proses persalinan, hingga menyebabkan anaknya meninggal. (Jar)
