Diculik Lalu Dianiaya Oknum Pejabat Karawang, Wartawan Lapor Polda Jabar

Diculik Lalu Dianiaya Oknum Pejabat Karawang, Wartawan Lapor Polda Jabar
0 Komentar

BANDUNG – Seorang warga berprofesi wartawan di Karawang membuat laporan polisi di Polda Jabar, atas dugaan penculikan dan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum pejabat setempat bersama “orang-orangnya”. Dia mengalami luka di wajah, dengan bagian pelipis robek. Peristiwa pilu itu dia alami pada pertengahan September 2022 lalu.

Warga Karawang yang berprofesi wartawan di media online jabarpublisher.com itu bernama Zaenal Musthofa (ZM). Dalam peristiwa itu dia tak sendirian menjadi korban. Dalam peristiwa tersebut, ZM bersama rekannya, bernama Gusti Sevta Gumilar alias Junot, menjadi korban. Namun, Junot tidak mengalami dugaan penculikan. Junot hanya mengalami dugaan pengajiayaan. Dan khusus Junot, Ia telah berdamai dengan pelaku.

“Ini surat laporan polisi saya, bernomor LP/B/798/XII/2022/SPKT/POLDA JABAR,” ujar Zaenal sambil memperlihatkan surat laporannya di SPKT Polda Jabar, Jumat 20 Desember 2022.

Baca Juga:FajarPaper Resmikan Bangunan Mushola AL-FAJAR Di BLK SP KEP SPSIJelang Nataru, Polrestro Bekasi Terjunkan 1.300 Personel Gabungan di 140 Titik Termasuk Tempat Ibadah

Zaenal mengaku, dirinya tak mau kalau kasus yang dialaminya berakhir dengan perdamaian. Dia ingin menuntut keadilan atas apa yang sudah dilakukan oleh oknum pejabat tersebut bersama “orang-orangnya”.

“Saat itu dini hari, pada tanggal 18 September 2022. Saya sedang di rumah, kemudian dijemput paksa, diseret ke dalam mobil oleh oknum pekabat bersama beberapa orang. Yang datang ke rumah saya sekitar 9 orang, menggunakan dua mobil. Sembilan orang itu, satu diantaranya Junot, yang disuruh mereka untuk menjebak saya supaya keluar rumah,” ujar Zaenal.

Yang datang mengetuk pintu rumahnya, kata Zaenal adalah Junot. Sementara delapan orang lainnya menunggu di pinggir jalan, di dekat rumah.

“Saya tak curiga apa-apa saat Junot datang ke rumah. Yang saya heran, kenapa dia datang dini hari begini. Kalaupun mau ada yang disampaikan, kan bisa dilakukan pagi hari,” ucapnya.

Setelah membuka pintu, lanjut Zaenal, Dia bersama Junot mengobrol di depan rumah. Lalu mereka berjalan menuju jalan. “Saya melihat ada dua mobil terparkir. Satu mobil Pajero putih, satu lagi mobil CRV abu-abu. Saya juga lihat ada delapan orang di sana,” kata Zenal menegaskan.

Begitu sampai jalan, seorang oknum pejabat Karawang yang juga Ketua PSSI Karawang berinisial AAR langsung menyeret dirinya. Dia dibantu DA (Sekretaris PSSI Karawang bersama RA (ajudan Wakil Bupati) dan seorang lagi. Hingga dia pun dibawa masuk ke dalam mobil Pajero Putih. Setelah itu, mobil melaju meninggalkan rumahnya, menuju Karawang Kita.

0 Komentar