DPRD Kab Cirebon Apresiasi Kerukunan Umat Pada Perayaan Capgomeh Di Ciledug

DPRD Kab Cirebon Apresiasi Kerukunan Umat Pada Perayaan Capgomeh Di Ciledug
0 Komentar

Jayadi juga menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait budaya Capgomeh yang digelar setiap hari kelima belas pasca perayaan Imlek atau penutupan perayaan musim semi. “Capgo itu artinya 15, jadi Capgomeh adalah perayaan Imlek di hari kelima belas. Biasanya kami mengisi  egiatan dengan ritual yang digelar pada tanggal 1 dan tanggal 15 pada penanggalan Imlek,” ulasnya.

Selain itu, kegiatan lainnya yang berkenaan dengan perayaan Capgomeh dan Imlek yakni dengan bersih-bersih Kelenteng. Kegiatan ini biasanya digelar tiga hari sebelum perayaan Imlek. “Kami melakukan pembersihan patung-patung, bangunan klenteng, tempat abu, altar dan sebagainya. Itu merupakan tradisi yang digelar setahun sekali,” tandasnya.

Pihaknya berharap, ke depan tetap tercipta rasa kekeluargaan yang terjalin diantara masyarakat Tionghoa dan lintas umat beragama yang ada di Kecamatan Ciledug, Kab Cirebon. “Harapan kami, semoga ke depan tetap bersatu padu dan hidup berdampingan dengan semua umat karena kita semua adalah bagian dari NKRI,” pungkasnya.

Baca Juga:Ketua Komisi II DPRD Kupas Isu Infrastruktur Tahun 2022 Di CirtimMinyak Goreng Langka, Pemprov Jabar Gelar OP

Adapun Ketua Forkolim Suherman menjelaskan bahwa pada diskusi perayaan Capgomeh tahun ini dihadiri oleh sejumlah perwakilan umat beragama, antar lain dari Faroki, Ahmadiyah, Sunda Wiwitan, Elemen birokrasi (Kec Ciledug, GP Ansor, dan lainnya. Ia juga memaparkan alasan mengapa perayaan Capgomeh tahun ini dibuat sederhana.

“Mengapa tidak ada kirab dan arak-arakan karena Pandemi yang masih lumayan, terlebih dengan adanya Omicron. Rencana kirab awalnya memang ada namun akhirnya dihilangkan dan hanya diisi dengan diskusi tentang keimanan,” terang Kang Herman begitu Ia akrab disapa. Pihaknya juga menjelaskan, selama kegiatan para undangna tetap menjaga prokes dan jumlah undangan pun dibatasi. “Kekecewaan pastiada, tapi apa boleh buat kita harus mengerti dengan keadaan. Daripada tidak digelar sama sekali,” cetusnya. (jay/adi/adv)

0 Komentar