Pagoma IAIN Pekalongan Gelar FGD, Ini Tujuannya

Pagoma IAIN Pekalongan Gelar FGD, Ini Tujuannya
0 Komentar

PEKALONGAN – Dalam rangka memperkuat peran Paguyuban Orang Tua Mahasiswa (PAGOMA) terhadap kemajuan prestasi mahasiswa dan optimalisasi pembangunan Masjid Agung IAIN Pekalongan yang berada di kampus Rowolaku Kajen Pekalongan, Pengurus PAGOMA IAIN Pekalongan mengadakan kegiatan FGD (Focus Group Discussion) dengan tema “Peran Organisasi Orang Tua Mahasiswa dalam Mewujudkan Visi Misi IAIN Pekalongan di Era Merdeka Belajar dan Kampus Belajar”.

Pembahasan dalam kegiatan ini meliputi pelaporan kas internal PAGOMA dan kas yang terkait dengan kontribusinya pada pembagunan Masjid Agung IAIN Pekalongan.

Selain itu, dibahas tentang peran orang tua terhadap kemajuan prestasi mahasiswa dan problematikanya.  Acara FGD berjalan dengan Khidmat mulai pukul 16.00 di Rusid Lantai III kampus Panjang yang dihadiri oleh Bapak Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Para Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama dilingkungan IAIN Pekalongan, Kasubbag KAK, dan pengurus Paguyuban Orang Tua Mahasiswa. Acara tersebut diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan.

Baca Juga:Dampingi Menko PMK, Bupati Bekasi Tinjau Posko Penyekatan Arus MudikTega! Bayi Baru Lahir Dibuang ke Sungai Ciberes

Dalam sambutannya, Ketua PAGOMA, Bapak Imam Kholiq mengucapkan terimakasih dan meminta saran dan masukan dari pimpinan IAIN Pekalongan agar peran dan kontribusi PAGOMA bisa lebih baik lagi di masa depan.

Adapun yang menjadi fokus utama saat ini  adalah kontribusi untuk pembangunan masjid agar dapat terselesaikan dengan baik. Untuk itu, beliau memita pula bimbingan teknis dalam memberikan informasi kepada orang tua/ wali mahasiswa terkait dengan pembagunan Masjid Agung IAIN Pekalongan maupun lainya. Sementara itu, bendahara PAGOMA juga menyampaikan posisi keuangan yang ada di kas bank maupun posisi cash hingga per tanggal 7 mei 2021.

Dalam kegiatan ini, bapak Dr. H. Muhlisin, M.Ag  selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, menguraikan bahwa hingga saat ini proses penerimaan mahasiswa adalah jalur UM PTKIN setelah  jalur SPAN PTKIN telah ditutup dan diumumkan kelulusannya. Sekaligus berharap agar dari jumlah yang registrasi jalur kelulusan SPAN PTKIN dapat meningkat dibandingkan tahun yang lalu. Selain itu juga disampaikan pula terkait dengan  pelayanan yang menjadi hak bagi mahasiswa selama menempuh studi di kampus.

0 Komentar