KIPI Jabar Pastikan Dugaan Kasus Guru Sukabumi Akibat Vaksin Tak Terbukti

KIPI Jabar Pastikan Dugaan Kasus Guru Sukabumi Akibat Vaksin Tak Terbukti
0 Komentar

Rumah Singgah

Sementara itu, Pemerintah Daerah Provinsi Jabar siap memfasilitasi SA selama menjalani perawatan di Kota Bandung. Pemda Provinsi bisa mengakomodir SA di rumah singgah yang dikelola Jabar Bergerak maupun Dinas Sosial.

Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Jabar Daud Achmad mengatakan, pihaknya siap membantu SA untuk mendapatkan hunian sementara selama pengobatan di Bandung.

Selebihnya, Daud meminta kasus SA yang ternyata tidak ada kaitannya dengan efek samping vaksin diminta untuk disebarluaskan kepada masyarakat dengan berbagai saluran media sosial milik pemerintah maupun bantuan media massa.

Baca Juga:Yumna Shiba, Desainer Paling Belia di Ajang MUFFEST 2021Buka Bersama Di Dompyong Wetan, Bupati Cirebon Sumbang Rp 15 Juta Untuk Masjid Al-Muawanah

“Kami pastikan bahwa vaksin ini aman kalau pun ada KIPI seperti di Sukabumi ini ternyata bukan karena vaksin melainkan karena GBS,”ujar dia.

Daud berharap dengan masih panjangnya proses vaksinasi di Jabar maupun dunia proses skrining kedepan lebih lengkap lagi.

Laporan KIPI di Jabar

Sementara itu, terkait KIPI di Jabar, Ketua Divisi Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan COVID-19 Jawa Barat (Jabar) Marion Siagian mengatakan sejak vaksinasi digelar, terdapat 107 KIPI ringan dan 36 serius. KIPI ringan mayoritas ngantuk, merah di tempat penyuntikan dan juga lapar.

“Ke 36 KIPI serius itu sudah diaudit dan tidak ada yang hubungan langsung akibat vaksin Covid ini,”kata Marion dalam kesempatan yang sama,” ucapnya.

Marion berharap kasus SA merupakan kasus terakhir pada KIPI di Jabar. Tidak ada lagi kasus KIPI ringan maupun berat.

Sementara itu anggota Komda KIPI Jabar dr Rodman Tarigan menambahkan untuk KIPI serius itu kebanyakan pasien tidak sadarkan diri atau pingsan setelah menerima vaksin. Hal itu dikarenakan adanya kecemasan, ditambah melihat jarum suntik.

“Ada ketakutan sehingga muncul gejala sakit sampe pingsan. KIPI serius itu sampai dirawat dan itu ternyata tidak ada kaitannya dengan vaksinasi,”ucap dia.

Baca Juga:Momen Hardiknas, Jabar Luncurkan Tiga Inovasi PendidikanDPRD Nilai LKPJ Gubernur Jabar 2020 Cukup Memuaskan

Kusnandi menambahkan, kasus KIPI berat rasionnya 1 juta banding satu orang. Adapun reaksi alergi berat dan ringan angkanya berkisar 2,5-5 persen.

“Efek samping yang terjadi sangat sedikit memang ada yang gatal, merah di tempat penyuntikan itu bawah 2,5 persen,”ujar Kusnandi

0 Komentar