Warga Jabar pun patut berbangga karena sepertiga ekspor industri kreatif nasional berasal dari Jabar.
Hal itu disampaikan Kang Emil saat mengikuti pembukaan pembukaan Karya Kreatif Indonesia (KKI) Tahun 2020 Seri II dan Peluncuran Buku “Mystery Art Deco Kota Bandung” bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jabar secara virtual dari Bogor Raya Lakeside, Kota Bogor, Rabu (7/10/20).
“Jawa Barat patut berbangga karena sepertiga ekspor yang terkait dengan ekonomi kreatif itu datang dari tanah Jawa Barat. Itu menandakan SDM (Sumber Daya Manusia) Jabar jika diberi ruang dan platform promosi yang baik, maka bisa menjadi mayoritas penyumbang ekspor,” ujar Kang Emil.
Baca Juga:Kafe di Indramayu Sediakan Jasa Esek-esek, Sembilan Orang DiamankanPangdam III/Slw: Pergantian Tahun 2021, Warga Jabar Patuh Aturan
Selain itu, Pemda Provinsi Jabar berkomitmen menjadikan investasi sebagai mesin penggerak dan pertumbuhan ekonomi. Apalagi, selama tiga tahun berturut-turut sejak 2017 realisasi investasi Jabar menjadi yang tertinggi di Indonesia.
Pun demikian hingga triwulan III Tahun 2020 atau periode Januari-September 2020, Jabar pun menempati peringkat pertama realisasi investasi dengan total sebesar Rp86,3 triliun. Jumlah tersebut akumulasi dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Ada dua faktor yang membuat Provinsi Jabar menjadi destinasi menarik bagi para investor, yakni kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni dan infrastruktur yang akseptabel menjadi modal Jabar untuk menarik minat investor.
Guna mendongkrak investasi di tengah pandemi COVID-19, Pemda Provinsi Jabar bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jabar menggelar West Java Investment Summit (WJIS) 2020 secara virtual selama empat hari, mulai dari Senin (16/11/20) sampai Kamis (19/11/20).
Hingga pekan ketiga November 2020, Jabar berhasil mencatat total investasi lebih dari Rp380 triliun.
Adapun total nilai investasi lebih dari Rp380 triliun sendiri bersumber dari empat kategori, yakni: (1) realized investment (nilai realisasi investasi periode Januari hingga September 2020); (2) preparation stage (tahap persiapan investasi); (3) commitment stage (tahap komitmen investasi); dan (4) ready to offer (nilai tahap investasi siap tender).
“Potensi beberapa wilayah di Jabar memiliki banyak alasan yang sangat kuat bagi para investor untuk menanamkan modal, meskipun saat ini masih dalam situasi pandemi COVID-19. Terlebih yang paling penting adalah infrastruktur berkualitas bisa hadir di Provinsi Jabar,” kata Kang Emil saat menjadi keynote speaker pada acara WJIS 2020.
