HUT Ke-22, MAN 4 Cirebon Jadi Icon Madrasah Berbasis IT

HUT Ke-22, MAN 4 Cirebon Jadi Icon Madrasah Berbasis IT
ICON MADRASAH - Suasana saat tasyakuran HUT MAN 4 Cirebon menuju visi Mardasah berbasis IT pertama di Cirebon.
0 Komentar

“Itu semua tergantung kemauan kita untuk memulai. Jadi kalau mau bersungguh-sungguh Insya Allah pasti berhasil, Man Jadda WaJada. Dan terbukti ketika madrasah lain masih menggelar ujian dengan metode KP, kami sudah bisa mengawali dengan sistem BK. Disamping ada pula prestasi-prestasi di bidang IT lainnya,” ulas Kepsek.

Untuk itu, pada momentum HUT ke-22 ini, Kepsek MAN 4 berharap capaian kinerja yang sudah bagus agar dipertahankan dan ditingkatkan, sedangkan yang masih kurang harus dievaluasi agar bisa lebih baik. “Kami terus melakukan pembenahan di semua lini. Kalaupun ada prestasi yang telah dicapai, itu bukan hanya prestasi saya pribadi tapi prestasi secara kelembagaan (MAN 4 Cirebon),” tandasnya.

Dari pantauan JP, sejak dua tahun terakhir ini MAN 4 Cirebon memang telah banyak berubah semakin lebih baik. Dari pembangunan fisik misalnya, kini sudah ada penambahan sejumlah ruang seperti ruang kelas, ruang tata usaha (TU), ruang khusus ujian berbasis komputer, pembenahan lapangan upacara, sarana olahraga, penataan halaman parkir, dan tentunya keberadaan taman-taman yang mempercantik sekolah MAN 4 Cirebon.

Baca Juga:Begini Carut Marut PD. BPR Di Kab Cirebon Menuju Merger Jadi Bank BKCIni Pelakunya! Korban Tewas Penembakan Brutal Bertambah Jadi 49 Orang

“Kami juga mendapat hadiah dari Pak Kabid Penmad yakni berupa rehab penyambungan atap pada sisi gedung barat dengan selatan dan atap gedung barat dengan utara. Ini sebagai jawaban atas ajuan dari MAN 4 Cirebon sebelumnya,” ujarnya antusias.

Disamping memprioritaskan pembangunan fisik untuk kenyamanan bersama, Imron juga dikenal mahir memanage SDM. Hal ini tak lepas jiwa kepemimpinan yang memang sudah melekat sejak dulu. “Selama dua tahun menjabat, pembangunan dari tenaga kerja juga kami lakukan baik dari tenaga kependidikan (administrasi) maupun tenaga pendidik (guru). Kemitraan dengan semua pihak juga terjalin cukup solid. Kami juga terus melakukan penataan dalam rangka meningkatkan profesionalitas, idealisme, dan mutu,” jelas Imron.

Penataan yang dimaksud antara lain menata guru mata pelajaran menjadi lebih sinkron, penambahan tujuh guru honorer, mewujudkan pakta integeritas dengan guru-guru, dan sebagainya. “Tahun ini ada 5 orang guru yang akan pensiun, tentunya penambahan guru honorer dengan segala resikonya adalah sebagai langkah persiapan. Karena dalam perencanaan, kami hanya akan mendapatkan penambahan 3 guru. Jadi begitu saya datang, saya langsung SWOT (menyelami peluang dan kendala), demi melaksanakan amanah dari orang tua siswa yang menitipkan anak-anaknya belajar disini, dengan keberadaan komite sebagai mitra,” tandas Kepsek MAN 4.

0 Komentar