“Saya sudah bilang ke ketua Paguyuban Pasundan kalau butuh apapun, alat kesenian atau menolong masyarakat silakan kontak saya Insya Allah akan dibantu,” ucap Emil.
Ketua Pengurus Besar Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi mengatakan, pengurus cabang di Sumatera Utara tak hanya berasal dari etnis sunda tetapi juga dari suku batak dan minang. Selain di Indonesia, Ia pun telah melantik pengurus Paguyuban Pasundan di berbagai negara seperti Amerika, Kanada, Korea Selatan, Turki, Uzbekistan, Jepang, Australia dan beberapa negara di Eropa.
“Sudah kami lantik dan yang terakhir mengajukan itu di Polandia karena memang banyak mahasiswa Unpas dari berbagai negara,” kata Didi.
Sejarah Etnis Sunda di Sumatera Utara
Baca Juga:KOPDAR Awal 2019, Pemprov & Kab/Kota Se-Jabar Sinkronkan Arah PembangunanIni Jadwal Kedatangan Surat Suara untuk Kabupaten Cirebon
Dari hasil seminar nasional yang dilakukan oleh pengurus Paguyuban Pasundan tentang awal mula masuknya entis sunda di Sumatera Utara, terungkap bahwa masyarakat sunda sudah datang pada akhir abad ke-19 tepatnya tahun 1875. Mereka awalnya berjumlah 250 orang yang mayoritas bekerja di perkebunan. “Kami simpulkan bahwa etnis sunda masuk ke Sumut ini pada akhir abad ke 19 tepatnya tahun 1875 awalnya sebanyak 250 orang sebagai pekerja,” kata Yonny Anwar, ketua Paguyuban Pasundan provinsi Sumut.
Dari tahun ke tahun jumlah etnis sunda semakin bertambah. Mereka tinggal di kawasan yang dekat dengan hutan jati. Bahkan wilayah hutan yang kini telah berubah menjadi jalan raya tersebut dinamai jalan Pasundan oleh pemerintah daerah tahun 1977.
“Ada sejarahnya bahwa dulu orang sunda masuk ke Medan menempati satu daerah yang dulunya hutan jati dan sekarang sudah menjadi jalan raya, karena di daerah itu mayoritas orang sunda maka pada tahun 1977 diresmikanlah nama jalan Pasundan,” jelasnya.
Yonny bersama warga sunda di Sumut bertekad, akan terus melestarikan seni budaya sunda. Ia mengatakan saat ini seni pencak silat begitu marak dan digandrungi warga Sumut. “Kami ingin menghidupkan seni budaya sunda disini. Sekarang ada perguruan pencak silat Cikalong, Cimande dan masih banyak lagi dan sudah disukai warga Sumut,” ujarnya. (adv/hms)
