Tiga Pihak Sepakat KSO BIJB Untuk 17 Tahun

Tiga Pihak Sepakat KSO BIJB Untuk 17 Tahun
0 Komentar

Apresiasi disampaikan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas RI Bambang Brojonegoro yang hadir dalam acara penandatanganan PKS ini. Menurut Bambang, langkah Pemprov Jawa Barat menginisiasi pembangunan bandara bisa menjadi contoh bagi daerahnya lainnya di Indonesia.

“Pemprov Jawa Barat menginisiasi pembangunan bandara ini, tidak hanya karena keinginan Pemerintah Pusat semata tapi lebih pada inisiatif Pemerintah Daerah. Ini tentunya bisa jadi sejarah baru bagi pembangunan infrastruktur di Indonesia,” tukas Bambang dalam sambutannya.

Biasanya keinginan untuk membangun atau mengembangkan sebuah bandara terpaku pada pembiayaan yang berasal dari APBN. Namun, hal yang sama tidak terjadi pada BIJB.

Baca Juga:Pengelolaan SMA dan SMK Diambil Alih Provinsi Jabar, Komisi IV DPRD Kab. Bekasi Akan Lakukan KunjunganAseng Junaidi, Calon Plt Sekda Bandung Barat

“Awalnya BIJB ini tidak hanya penggagasnya dari Pemerintah Daerah, tapi juga pendanaannya dan operasinya. Meskipun di tengah jalan seperti pembangunan sisi udara ada dana dari APBN tapi saya tetap harus memberikan apresiasi. Dan saya berharap model ini bisa menular ke daerah lain,” harap Bambang.

PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) dalam KSO ini sebagai investor dan operator. Sebagai operator, Dirut PT AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, bahwa pihaknya sesuai dengan permintaan Pemprov Jawa Barat, akan melanjutkan pembangunan runway sepanjang 500 meter dengan alokasi dana Rp 350 Miliar.

“Dan sebagai investor, kita juga sudah menghitung, walaupun belum ditetapkan oleh pemegang saham kami sudah mengalokasikan. Jadi, alokasi anggaran yang sudah disampaikan oleh Pak Menko Maritim sekitar Rp 1,1 Triliun itu sudah kita siapkan,” kata Muhammad usai acara penandatanganan perjanjian di Gedung Pakuan.

PT AP II sendiri akan bisa mendapatkan saham sebesar 49% di BIJB. “49 persen dibuka oleh Pak Gubernur (Jabar), jadi ruang itu menurut saya sangat luar biasa. Itu previllage yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada Angkasa Pura II,” tutur Muhammad.

Lebih lanjut, Muhammad juga mengatakan, megapolitan area Jakarta saat ini di-cover oleh Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdana Kusuma. Pada 2017, traffic passenger di kedua bandara tersebut mencapi 70 juta penumpang. Sementara jumlah penduduk di area megapolitan tersebut (Jabodetabek) termasuk Jawa Barat bagian barat dan kawasan lainnya secara populasi berjumlah sekitar 50 juta penduduk. Tingkat kepadatannya cukup tinggi. Sehingga, apabila ada bandara alternatif ketiga, yaitu BIJB Kertajati maka beban traffic passenger tersebut akan tersebar.

0 Komentar