Hendy mengatakan puncak panen akan terjadi pada Juli dengan jumlah yang sama seperti Maret. Setelah itu akan terjadi pergantian tanaman palawija karena memasuki musim kemarau.
“Produksi padinya diperkirakan masih akan mencapai kurang lebih 7,85 juta ton. Rata-rata Jawa Barat mengkonsumsi kurang lebih 100 kg perkapita per tahun diatas angka yang ditetapkan oleh Badan Ketahanan Pangan hanya 89,7 kg. Konsumsi Jawa Barat bisa lebih 3 juta ton beras per tahunnya,” katanya di kantor Dinas TP dan Hortikultura Prov Jabar, Bandung, Kamis (18/01/18).
Lebih lanjut Hendi mengatakan pada Januari ini harga beras di pasar mengalami peningkatan tetapi khusus di Jawa Barat sendiri angka produksi sampai Bulan Januari masih mencukupi untuk dikomsumsi sendiri sehingga Jawa Barat tidak akan kekurangan beras.
Baca Juga:2,2 Juta KPM Akan Terima Rastra Tahap Pertama 2018Gerakan Bersama Citarum Harum, Juga Libatkan Para Ulama
“Kalaupun ada gejolak harga mungkin itu di tata niaga dan distribusi yang ditangani oleh dinas terkait tetapi untuk di tingkat produksi aman apalagi bulan Februari-maret menjelang panen raya sehingga terjadi peningkatan luas panen dibandingkan dengan bulan Januari sekarang,” paparnya. (rls/hms)
