Delapan Bulan Diperbaiki, Jembatan Cipamingkis Resmi Bisa Digunakan Lagi

Delapan Bulan Diperbaiki, Jembatan Cipamingkis Resmi Bisa Digunakan Lagi
0 Komentar

Kegiatan perbaikan pada tahap pertama ini meliputi penguatan pilar jembatan lama dan pembuatan bangunan bawah (pilar dan abutment), terdiri dari pembuatan pondasi bore dan pile, serta pembuatan kolam portal beton. Sementara bangunan atas jembatan menggunakan rangka baja tipe A-60 dengan bentang 60 meter (hibah dari Kementerian PUPR RI), pembuatan lantai beton jembatan baru+trotoar dan pengerasan aspal.

Jembatan Cipamingkis dibangun pada 1986. Jembatan berjenis Gelagar Beton Pratekan Type-I awalnya memiliki dua buah pilar dengan jenis pondasi Tiang Bor (Bore Pile). Pada 13 April 2017 lalu, terjadi penurunan Pilar-2 yang disebabkan banjir bandang Sungai Cipamingkis dan mengakibatkan terjadinya penurunan lantai jembatan pada bentang ke-2 dan ke-3 kurang lebih 4,15 meter. “Makanya, untuk jembatan ini saya minta agar tidak ada tiang di tengah jembatan. Hindari tiang jembatan di tengah sungai, karena kalau sudah diterjang oleh air bah bisa rusak tiangnya,” tutur Aher.

Menurut hasil penyelidikan geologi yang telah dilakukan oleh BBWS Citarum, bantuan sedimen di daerah ini berupa batuan karbonat yang meskipun cukup keras, namun sangat mudah bereaksi dengan air dan udara, sehingga dapat terjadi pelarutan/pelapukan dengan cepat.

Baca Juga:Setelah Infrastruktur, Jokowi: Kita Akan Konsentrasi Membangun SDMBegini Hasil Monitoring Sembako Di Pasar Ciledug

Sebenarnya pada awal 2013, mulai terjadi keruntuhan pada cekdam yang terletak di hilir jembatan. Setelah terjadi keruntuhan cekdam, degradasi permukaan sungai berlangsung dengan cepat dan berpengaruh langsung pada pondasi pilar jembatan. Seringnya terjadi banjir bandang menandakan adanya kerusakan di wilayah hulu sungai. Dan pada 2016 penurunan muka dasar sungai di sekitar jembatan telah mencapai lebih dari 4 m. (rls/hms)

0 Komentar