Terkait kedatangannya di SMA 10 Bandung kali ini, Uko mengatakan bahwa sudah seharusnya menggali potensi mulai dari bangku sekolah, untuk membangun karakter dan keberanian dalam menerapkan disiplin ilmu yang bermanfaat bagi orang lain serta menggugah para siswa untuk memiliki sikap bela negara ketika kelak menjadi seorang wirausaha. “Bela negara bukan sekedar mengangkat senjata, menjadi wirausaha yang bermanfaat bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
Namun ketika namanya santer dikaitkan dengan pencalonan dirinya sebagai Walikota Bandung, Uko dengan tegas memberikan gambaran bahwa dengan keberadaan baligho yang banyak muncul di beberapa titik papan reklame bergambar wajahnya dengan tulisan “Bukan Calon Walikota”, hanyalah bentuk kritis terhadap calon dan pemilih agar memiliki standar minimal dalam menentukan pemimpin kota Bandung. “Saya kan pasang reklame seperti itu cuma sekedar menyentil para calon dan pemilih. Kota Bandung selepas ditinggal masa kepemimpinan Ridwan Kamil, penggantinya harus standar minimal seperti Riwan Kamil, baik kinerja maupun prestasinya,” terangnya.
“Selama ini saya juga tidak mengikuti konvensi partai, meskipun tidak sedikit yang mendorong saya untuk maju mencalonkan diri, baik partai politik hingga tokoh-tokoh akademis yang ada di Bandung. Kalaupun nanti masyarakat menganggap saya layak dicalonkan sebagai calon walikota, ya gampang tinggal menambahkan kata (Bukan Calon Walikota) biasa,” ucap Uko disertai tawa kecilnya saat diwawancarai para awak media.
Baca Juga:WhatsApp Anda Bermasalah? Ini PenyebabnyaiPhone X Resmi Dipasarkan, Berikut Spesifikasi & Harganya Yang Wow!
Selain sebagai pengusaha yang sukses dengan berbagai produk kreatifnya yang telah dirasakan di setiap pelosok nusantara, dirinya juga dikenal sebagai sosok yang religius, humoris, inspiratif, berani dan memiliki prinsip yang kuat dalam memajukan ekonomi kerakyatan, itu terlihat dari setiap produk kreatif yang ia ciptakan. “Ini adalah bentuk perlawanan terhadap kapitalisasi, melalui kreatifitas dan inovasi yang hemat energi sehingga implementasi dan manfaatnya benar-benar merata dirasakan masyarakat Indonesia,” pungkasnya. (cuy)
