Ini Tiga Upaya Pemprov Dorong Industri Wisata di Jabar

Ini Tiga Upaya Pemprov Dorong Industri Wisata di Jabar
0 Komentar

Ini Tiga Upaya Pemprov Dorong Industri Wisata di Jabar

BANDUNG – Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (Demiz) menguraikan ada tiga pendekatan yang menjadi upaya pembenahan pariwisata di Jawa Barat. Ketiga pendekatan tersebut, yaitu Akses, Atraksi, dan Amenitas.

Wagub mengakui Jawa Barat masih memiliki kelemahan dalam hal Akses. Untuk itu pihaknya bersama Pemerintah Pusat kini tengah menggenjot berbagai pembangunan infrastruktur untuk memudahkan akses wisatawan berkunjung ke Jawa Barat. Proyek seperti jalan tol, pembangunan bandara internasional, serta layanan transportasi umum masal tengah dikebut pengerjaannya.

Hal ini dipaparkan Demiz pada event tahunan Asita West Java Travel Fair (AWJTF) 2017 di Atrium 23 Paskal Shopping Mall, Jl. Pasirkaliki No. 23, Kota Bandung, Jumat (13/10/17). Di depan para pelaku usaha wisata ini, Wagub menjelaskan berbagai upaya Pemprov Jawa Barat dalam mendorong industri pariwisata di Jawa Barat.

Baca Juga:1.470 Pelari Ikuti Maraton Pertama Bertema Lingkungan di PangalenganPeduli Museum, Aher Raih Anugerah Purwakalagrha

Menurutnya ada 22 ruas jalan tol yang rencananya akan dibangun di Jabar. Lima diantaranya sedang dalam proses pembangunan. Seperti Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi). Tol Cisumdawu Sesi I dan II ditargetkan bisa beroperasi pada April 2019. Sementara Tol Bocimi target Presiden Jokowi juga 2019 bisa selesai. Selain itu, Cileunyi-Garut-Tasikmalaya-Banjar juga akan terhubung dengan jalan tol. Rencananya tahun depan proses pembangunan akan dimulai.

Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Majalengka tengah dikebut pengerjaannya. Pemerintah Pusat menargetkan tahun depan BIJB bisa digunakan untuk keberangkatan jamaah haji asal Jawa Barat.

“Mudah-mudahan tahun depan bisa beroperasi dan meningkatkan kepariwisataan di Jawa Barat. Dan tahun depan juga kita akan membangun bandara di Palabuhanratu untuk membangun destinasi wisata – yang In Shaa Allah berskala internasional pada 2019 nanti, yaitu Geopark Ciletuh-Palabuhanratu,” katanya.

“Karena gerbang wisatawan mancanegara itu melalui udara. Tanpa adanya itu (bandara) jangan berharap wisatawan mancanegara akan datang lebih banyak,” tambahnya.

Saat ini ada beberapa investor asing tertaik untuk berinvestasi. Salah satunya negara Uzbekistan yang berminat untuk mengembangkan Bandara Nusawiru di Kabupaten Pangandaran. Untuk itu, pada pembukaan AWJTF 2017 ini turut hadir Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia Mr. Shavkat Jamolov.

0 Komentar