Anies membantah lagi pernyataan Ahok. Anies kembali menekankan bahwa pernyataan-pernyataan kontroversial Ahok tak perlu disampaikan seorang pejabat publik.
“Ga perlu pernyataan-pernyataan itu muncul,” kata Anies.
Bagi Anies, masyarakat punya sisi psikologis dan sosiologis tersendiri yang harus dipahami oleh pemimpin. Oleh karena itu, yang terpenting, kata Anies, adalah membuat kehidupan warga menjadi tenang.
Mengenai isu transparansi dana Corporate Social Responsibility (CSR), Ahok yang giliran menjawab pernyataan, mengatakan bahwa dana CSR selama ini bisa dipertanggungjawabkan.
Baca Juga:Selamat Jalan Komedian Eko DJKetua Nasdem Puji Keberanian H. Rakhmat Nyalon Bupati Cirebon
Alasannya, kata Ahok semua pekerjaan dan dana CSR dari swasta diukur oleh Jasa Penilai. Dia juga bersikukuh bahwa dana CSR itu tepat untuk membangun proyek-proyek di Jakarta.
“Model ini lebih murah dan lebih cepat,” kata Ahok.
Menanggapi dana CSR ini, Anies memilih jawaban diplomatis. Menurutnya keberpihakan akan memunculkan solusi. Bicara tentang CSR dan tata kelola pemerintahan berarti bicara tentang prosedur.
“Kenapa ada prosedur supaya tidak ada penyalahgunaan,” kata Anies.
Ahok menanggapi balik pernyataan Anies. Menurutnya apa yang disampikan Anies sama saja. “Kalimatnya yang dibolak-balik,” kata Ahok.
Sementara itu, menjawab pernyataan netizen mengenai dana kampanye Sandiaga yang mencapai Rp 62 miliar, Anies mengatakan bahwa memang Sandiaga seorang pengusaha muda yang memilih untuk ikut bekerja bagi Jakarta.
Tanpa menyebut total angka dari sumbangan masyarakat, Anies mengatakan bahwa sumbangan masyarakat lebih besar dari Rp 62 miliar.
“Sumbangan rakyat berupa spanduk dan lain-lain lebih dari Rp 62 miliar,”
Berbeda dengan Anies, Ahok mengklaim bahwa dana kampanyenya berasal dari sumbangan rakyat dalam angka yang kencil-kecil. Menurut Ahok, pola seperti ini daripada dana kampanye yang cenderung berasal dari satu pihak.
“Supaya tidak berhutang budi kepada salah satu pihak,” kata Ahok.
Anies kembali berkelit dari “serangan” Ahok. Menurutnya, membuka asal dana kampanye mereka merupakan bentuk kejujuran. Yang lebih penting, kata Anies, dana itu bisa dipertanggungjawabkan.
Baca Juga:Tolak BOT, Puluhan Pedagang Duduki Gedung DPRDProyek Stadion Mini Multiguna Terindikasi Sarat KKN
Ia menambahkan bahwa warga juga melakukan iuran secara suka rela di kampung masing-masing. “Kami desentralistis,” kata Anies.
Menurut Anies dana kampanye mereka berasal dari gerakan rakyat dan tak sentralistis sebagaimana terjadi di Rumah Lembang sebagaimana dilakukan Ahok.
